Purbaya Guyur Rp 2 T per Hari ke Pasar Obligasi Buat Stabilkan Rupiah
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah masuk ke pasar obligasi atau bond market untuk membantu stabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dana yang disiapkan sebesar Rp 2 triliun per hari.
"Kita sudah masuk ke bond market bertahap, jadi harusnya sih ke depan, minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari ke bond market. Saya minta masuk Rp 2 triliun tiap hari," ujar Purbaya usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5).
Dia melanjutkan, dana tersebut berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN yang sebesar Rp 420 triliun. "Kita lihat seberapa jauh kita butuhkan masuk ke sana, kan saya punya Rp 420 triliun, cash yang SAL itu, saya bisa putar di sana. Bisa juga saya putar uang cash saya, jadi cukup bisa berkesinambungan," jelasnya.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kas pemerintah atau cash management. Dana yang digunakan disebut tidak hilang, tetapi diputar untuk menciptakan sentimen positif di pasar obligasi.
Dia menjelaskan, apabila sentimen pasar membaik dan harga obligasi stabil, investor asing berpotensi kembali masuk ke pasar domestik. Kondisi itu dinilai dapat membantu menjaga stabilitas rupiah karena dana asing tidak keluar dari Indonesia.
“Karena uangnya gak keluar lagi, yang asing gak jual bond dan gak kabur keluar karena bond stabil harganya. Artinya kalo stabil, kita targetkan yield-nya turun, kalo yield turun harga bond naik, nanti ada potensi capital gain. Jadi pasar bond kita menarik,” terangnya.
Prabowo Bakal Sampaikan Strategi ke DPR
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyebutkan Presiden Prabowo Subianto juga akan memaparkan strategi penguatan rupiah. “Strategi bapak presiden nanti dalam waktu dekat akan dibacakan di DPR, kalau enggak salah,” katanya.
Dia juga menampik kedatangannya ke Istana adalah untuk membahas rupiah. Dia menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih baik di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Menurut dia, fundamental ekonomi dan anggaran pemerintah tetap kuat.
“Tidak, tidak soal rupiah, cuma ditanya gimana kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus, gak ada masalah, pondasi ekonomi bagus tinggal nanti sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor seperti apa,” tuturnya.
