Purbaya Sebut Prabowo Kemungkinan Batal Bubarkan Bea Cukai: Progresnya Amat Baik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengindikasikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kemungkinan tidak jadi dibubarkan oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, hal itu setelah reformasi internal yang dijalankan dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan hasil.
Purbaya mengaku telah merombak jajaran pegawai dan pimpinan Bea Cukai sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja instansi tersebut.
"Bea Cukai progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik. Mereka tahu kalau mereka enggak baik, mereka akan dibubarkan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, di kantor Kemenkeu, Selasa (21/7).
Purbaya menyebut sejumlah indikator menunjukkan perbaikan kinerja Bea Cukai, salah satunya pertumbuhan penerimaan kepabeanan dan cukai yang mencapai sekitar 7 persen. Selain itu, peredaran barang selundupan di pasar juga mulai berkurang.
"Bea Cukai juga aktif melakukan penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal," kata Purbaya.
Purbaya juga mengungkapkan kalau Presiden Prabowo kini melihat adanya perkembangan positif di tubuh Bea Cukai. Berbeda dengan sebelumnya ketika sempat melontarkan wacana pembubaran institusi tersebut, kini Prabowo menilai Bea Cukai masih dapat diperbaiki.
"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu beliau bilang bubarkan, sekarang beliau pernah bilang di salah satu rapat kabinet bahwa Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki," tutur Purbaya.
"Itu adalah sinyal yang jelas bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita. Jadi kemungkinannya Bea Cukai akan tetap bertahan," tambahnya.
