Kumparan Logo

Purbaya Siapkan Anggaran Rp 5 T untuk Penanganan Bencana NTT

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan dana untuk pembiayaan penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mematikan pemerintah siap mendukung kebutuhan pembiayaan tersebut.

Hal itu juga sudah disampaikan Purbaya kepada DPR RI via telepon saat Rapat Satuan Tugas Penanggulangan Pasca Bencana (Satgas Galapana) DPR RI, Minggu (16/8).

“Buat anggota DPR semuanya yang ada di sana, sama semua yang rapat pada malam hari ini, Menteri Keuangan siap membantu kebutuhan pembiayaan di sana (NTT),” kata Purbaya dalam keterangan tertulis dikutip Senin (17/8).

Meski demikian, ia memang belum menyiapkan detail anggaran untuk NTT. Walau begitu, ia menegaskan bahwa sudah ada anggaran yang tersedia pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tahap awal pembiayaan.

“Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp 5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup. Biasanya kalau kurang kita isi langsung itu dana PNBP,” ujarnya.

Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Mega Tokan/ANTARA FOTO

Apabila kebutuhan anggaran untuk penanganan bencana tersebut meningkat, Purbaya juga berkomitmen bahwa ia bisa menyiapkan penyesuaian dukungan anggaran.

“Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah tuh. Kalau untuk bencana ada cadangan khusus, Pak,” kata Purbaya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah juga memiliki dana yang bersifat siaga untuk mendukung penanganan bencana. Adapun nantinya kebutuhan penanganan bencana serta mekanisme koordinasi antar instansi. Khusus untuk pembangunan kembali fasilitas umum (fasum) yang tidak dapat dibiayai melalui BNPB, pelaksanaannya perlu dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait.

“Jadi memang dana on call untuk setiap penanganan bencana sudah stand by,” ujarnya.