Kumparan Logo

Purbaya Ungkap Detik-detik Dicopot Prabowo

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa berjalan keluar gedung seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026).  Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa berjalan keluar gedung seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap detik-detik dirinya mengetahui keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencopotnya dari jabatan Menteri Keuangan. Kabar tersebut diterimanya secara mendadak saat tengah menjalankan tugas sebagai menteri.

Purbaya menceritakan momen tersebut usai mengikuti prosesi serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).

Ia mengatakan, informasi mengenai pergantian jabatan diterimanya pada Senin (14/9). Saat itu, Purbaya tengah mengikuti rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Di tengah rapat, ponsel Purbaya berdering. Nama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi muncul di layar. Dari sambungan telepon tersebut, Purbaya mendapat informasi mengenai keputusan pergantian jabatan.

“Baru tahu kemarin. Yang nelpon Pak Prasetyo. Ya kita udah hitung-hitung kira-kira 50:50 lah. Tapi baru dikasih tahunya waktu itu,” ujar Purbaya kepada wartawan.

Purbaya membantah pencopotannya disebabkan adanya gesekan di internal Kementerian Keuangan. Menurut dia, pergantian pejabat merupakan kewenangan Presiden.

Ia juga menyebut masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan selama sekitar satu tahun telah sesuai dengan kesepakatan awal.

“Nggak, nggak ada. Gesekan sih nggak ada, yang jelas ya itu hak prerogatif Presiden yang beliau udah memutuskan. Udah setahunkan (jadi menkeu) udah cukup. Dulu kan udah tanda tangan dulu kontraknya setahun, kita ikutin,” katanya sambil tertawa.

Meski harus meninggalkan jabatannya, Purbaya mengaku puas dengan kinerjanya selama memimpin Kementerian Keuangan. Ia menilai sejumlah indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan selama masa kepemimpinannya.

“Paling nggak kan lumayan, kita udah naikin pertumbuhan ekonomi dari berapa sih, di bawah 5 persen, udah ke atas 5 persen. Bahkan sempat 5,61 persen sebelum ada gangguan, lalu 5,29 persen. Triwulan keempat tahun lalu 5,35 persen juga. Kalau di tempat lain udah bagus ini,” pungkas Purbaya.

Akui Perombakan Internal Kemenkeu jadi Alasan Dipecat

Sebelumnya, pada Kamis (10/9), Purbaya melakukan perombakan terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan.

Perombakan tersebut mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, serta pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.

Sejumlah besar perubahan jabatan terjadi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak.

Saat itu, Purbaya menjelaskan perubahan jabatan dilakukan sebagai bagian dari proses organisasi untuk membuat Kemenkeu lebih adaptif dan meningkatkan kinerja institusi.

Purbaya mengakui perombakan pejabat tersebut menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan pencopotannya dari posisi Menteri Keuangan.

“Sebagian ada (karena perombakan pejabat). (Karena itu ya, Pak?) Sebagian iya,” kata Purbaya. Purbaya kini digantikan oleh Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.