Pusat Perbelanjaan Mulai Ramai Pembeli, Tanda Perekonomian Bangkit?

17 April 2022 15:30
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Situasi keramaian pengunjung Pasar Tanah Abang Jakarta, Minggu (17/4). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi keramaian pengunjung Pasar Tanah Abang Jakarta, Minggu (17/4). Foto: Akbar Maulana/kumparan
ADVERTISEMENT
Tahun ini Pemerintah memberikan kelonggaran untuk merayakan Lebaran, setelah 2 tahun berturut-turut dirayakan dengan pembatasan.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya kelonggaran itu, pusat perbelanjaan mulai ramai diserbu pembeli. Mayoritas adalah mereka yang membeli pakaian untuk dikenakan saat Lebaran nanti.
Salah satu pusat perbelanjaan yang terpantau ramai pengunjung adalah Pasar Tanah Abang Jakarta. Salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara itu pada hari ini, Minggu (17/4) terpantau penuh sesak oleh pembeli.
"Dua tahun lalu sepi nggak seramai tahun ini, begitu pandemi ada peregangan langsung membeludak semua kayak sekarang," ujar Ajum, salah satu Satpam Pasar Tanah Abang yang ditemui kumparan, Minggu (17/4).
Ajum menuturkan, ekspedisi-ekspedisi pengiriman barang kini juga sudah kembali antre memenuhi Pasar Tanah Abang. Ekspedisi tersebut nantinya akan membawa produk-produk dari Jakarta untuk di kirim ke daerah.
Situasi keramaian pengunjung Pasar Tanah Abang Jakarta, Minggu (17/4). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi keramaian pengunjung Pasar Tanah Abang Jakarta, Minggu (17/4). Foto: Akbar Maulana/kumparan
Ekonom Center of Reform (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan Lebaran memang menjadi momentum di mana konsumsi rumah tangga akan meningkat dibanding pada periode lainnya. Hal itu menurutnya menjadi salah satu indikasi adanya peningkatan aktivitas perekonomian.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kuartal di mana ada bulan Ramadhan dan Lebaran umumnya pertumbuhannya konsumsi rumah tangganya relatif lebih tinggi dibandingkan kuartal lain. Selain itu jumlah uang beredar juga mengalami peningkatan yang menandakan meningkatnya aktivitas perekonomian," kata Yusuf saat dihubungi kumparan.
Sementara, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan dengan adanya pelonggaran pada Lebaran ini, serta THR yang dipastikan akan dibagikan pemerintah, akan meningkatkan jumlah peredaran uang di tengah masyarakat.
"Diperkirakan jumlah uang beredar tumbuh 60 persen lebih dibanding Lebaran tahun sebelumnya menjadi Rp 250 triliun," kata dia.
***
kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.
ADVERTISEMENT
***