Kumparan Logo

Qatar Negosiasi Tarif Sementara untuk Lewati Selat Hormuz yang Dikenakan Iran

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS

Qatar menentang pemberlakuan tarif tetap yang legal untuk transit melalui Selat Hormuz, namun tarif sementara dapat dinegosiasikan dan dapat membantu memulihkan jalur normal melalui selat tersebut,

Dikutip dari Bloomberg, Wakil Perdana Menteri, Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, mengatakan tarif tetap akan berdampak pada konsumen dan Qatar menolak setiap upaya untuk memberlakukannya.

Pada konferensi pertahanan Asia di Singapura, ia menyebut tarif jangka pendek yang digunakan untuk pembersihan ranjau atau tujuan serupa dapat dipertimbangkan.

Komentar tersebut merupakan tanggapan terhadap pertanyaan tentang pembicaraan antara Iran dan Oman untuk memberlakukan sistem pungutan permanen guna melegalkan kendali lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia.

Iran secara efektif telah menutup jalur air tersebut sebagai tanggapan terhadap serangan udara AS-Israel yang dimulai pada akhir Februari 2026 dan memicu krisis energi.

Sheikh Saoud menyebutkan Qatar dan juga para mitra di Teluk telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa pengenaan tarif akan selalu berdampak pada konsumen, sehingga pemerintahnya menentang hal ini.

Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS

“Namun untuk waktu-waktu tertentu yang mereka sebutkan akan digunakan untuk pembersihan ranjau atau penggunaan biaya untuk sementara waktu, ini adalah sesuatu yang dapat dinegosiasikan," ungkapnya, dikutip Sabtu (30/5).

Adapun Amerika Serikat (AS), Eropa, dan negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab (UEA) telah menolak gagasan pengenaan tarif tol untuk melintasi Selat Hormuz.

Iran telah membalas serangan AS dengan menyerang sekutu militernya di Teluk, termasuk Qatar, dengan drone dan rudal.

Qatar berupaya menyeimbangkan hubungannya dengan kedua negara tersebut, dan mencari konsensus di dalam Dewan Kerja Sama Teluk mengenai strategi komprehensif untuk menghadapi Iran, kata wakil perdana menteri.

“Kami ingin menetapkan strategi dan pendekatan yang jelas dengan Iran agar memiliki strategi untuk semua hubungan yang kami miliki dengan Iran, termasuk strategi perdagangan dan juga strategi politik,” kata Sheikh Saoud.

instagram embed