Ragam Bisnis Atlet di Masa Pensiun: Properti, Fashion, hingga Kafe
ยทwaktu baca 3 menit

Di masa jayanya, seorang atlet berprestasi yang membanggakan negara bisa memperoleh penghasilan dan besar. Tengok saja para peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 yang banjir bonus.
Namun, atlet termasuk profesi yang usia produktifnya pendek. Seiring bertambahnya usia, kemampuan seorang atlet akan menurun. Belum lagi jika harus pensiun dini karena cedera.
Nah, atlet akan mengalami kesulitan di masa pensiun bila tidak mempersiapkan finansial dengan baik. Sudah banyak cerita atlet yang mendunia di masa muda, lalu hidup susah di masa tua. Mantan atlet jual medali bukan cerita baru.
Untuk mengantisipasi hal itu, atlet harus mempersiapkan masa depannya, misalnya dengan membangun bisnis. Berikut ini beberapa pensiunan atlet yang mencoba peruntungannya di dunia bisnis:
Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma
Pasangan yang disebut sebagai pengantin Olimpiade Barcelona 1992 ini bukan saja jago di lapangan. Mereka juga sudah merancang dengan matang apa yang akan dilakukan setelah gantung raket.
Keduanya mendirikan PT Astindo Jaya Sport, yang memproduksi alat-alat olahraga bulu tangkis dengan brand Astec yang merupakan kepanjangan dari nama pemiliknya: Alan Susi Technology (Astec).
Membawa tagline #KitaMenangBersama, Astec mampu menjadi produk lokal Indonesia yang kualitasnya menyamai kualitas produksi mancanegara. Astec bahkan sudah berhasil menembus pasar dunia.
Liliyana Natsir
Peraih medali emas bulu tangkis dari nomor ganda campuran di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Liliyana Natsir, juga menjadi salah satu atlet yang merambah ke dunia bisnis.
Setelah pensiun dari Cipayung, Liliyana yang saat meraih emas berpasangan dengan Tontowi Ahmad, mencoba meraup cuan dari bisnis perumahan.
Perempuan asal Manado dengan nama panggilan Butet, ini sudah membangun bisnis properti sejak beberapa tahun sebelum pensiun. Dia membangun kompleks perumahan di Kranggan, Bekasi pada 2014.
Mengutip djarumbadminton.com, dia membangun klaster perumahan seharga berkisar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta sebanyak dua kompleks kecil dengan jumlah satu kompleks berkisar 14 sampai 15 rumah dengan ukuran tipe 48 untuk tanah 80 meter persegi.
Chris John
Mantan juara dunia tinju kelas bulu Chris John telah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya. Kini, setelah tak lagi aktif sebagai petinju, Chris John memiliki kesibukan baru.
Chris John mulai berbisnis tak lama setelah memilih pensiun dari olahraga tinju yang membesarkan namanya. Chris John sempat membuka warnet pada 2008. Selain itu, ia juga berbisnis asuransi. Chris John menjadi motivator dan peserta yang dimotivasinya itu diajak masuk di asuransi.
Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi
Pasangan suami istri atlet wushu Indonesia tersebut langsung terjun ke dunia bisnis setelah pensiun. Mereka masuk ke bisnis fashion.
Achmad Hulaefi punya usaha clothing line Macho Clothing. Sedangkan Lindswell masuk ke bisnis busana muslim dengan nama Kianne Official.
Ferry Rotinsulu
Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia, Ferry Rotinsulu juga menjadi atlet yang masuk ke dunia bisnis setelah pensiun. Ferry berbisnis di apparel Ortuseight, brand lokal di olahraga yang sudah mengekspor produknya.
Ferry juga dikabarkan mencoba peruntungan di bisnis bengkel mobil, barbershop, hingga warung makan Golazo.
Joan Suryana
Mantan atlet basket nasional tersebut juga disibukkan dengan dengan dunia bisnis. Joan Suryana mencoba peruntungannya dengan membuka Hoops Point yang menjual perlengkapan basket.
Indra Kahfi
Pemain sepak bola yang sempat merumput di Persija dan Bhayangkara FC ini mulai menggeluti bisnis kopi dengan membuka Musik Kopi. Bisnis yang dibuka di Jakarta tersebut baru beroperasi Februari 2020.
Selain beberapa pensiunan atlet tersebut, tentu masih ada yang lainnya. Ada juga atlet sudah berbisnis sebelum pensiun, seperti pebulu tangkis Greysia Polii yang punya bisnis perumahan.
