Kumparan Logo

Raksasa Ritel Uni Emirat Arab Jalin Kemitraan dengan UMKM Indonesia

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembukaan Kantor Perwakilan Abu Dhabi Bank di Indonesia.
 Foto: dok. KBRI Abu Dhabi
zoom-in-whitePerbesar
Pembukaan Kantor Perwakilan Abu Dhabi Bank di Indonesia. Foto: dok. KBRI Abu Dhabi

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi mendukung upaya pemerintah dalam membantu UMKM agar berkembang dan meningkatkan skala usahanya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mendorong investor Uni Emirat Arab (UEA) menjalin kemitraan dengan pengusaha UMKM nasional.

Untuk itu, KBRI Abu Dhabi menyambut baik peresmian kerja sama kemitraan antara Lulu Hypermarket dengan UMKM nasional di Lulu Hypermarket BSD, Jumat (18/12). Kegiatan seremoni penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-UAE Week 2020, yang berlangsung pada tanggal 15 – 21 Desember 2020 di Indonesia.

Dubes RI untuk UEA Husin Bagis yang hadir dalam acara seremoni peresmian kerja sama tersebut menyampaikan di era krisis ekonomi, UMKM muncul sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa.

“Mulai dari krisis moneter di tahun 1998, UMKM-lah yang menyelamatkan perekonomian bangsa. Kemudian di masa prapandemi, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60 persen. Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96 persen, dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98 persen dari pelaku usaha nasional,” Husin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/12).

Selain Husin, seremoni tersebut juga dihadiri Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Al Dhaheri, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM Victoria Simanungkalit, Plh. Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Yos Harmen, dan perwakilan pengusaha UMKM nasional.

Husin mengatakan strategi Lulu Hypermarket selaku penanam modal asing di Indonesia, untuk menjalin kemitraan dengan UMKM merupakan upaya cerdik dalam mengoptimalkan peluang dan potensi yang dimiliki oleh UMKM nasional. Jaringan Lulu saat ini sudah mencapai lebih dari 190 hypermarket di seluruh dunia. Kondisi itu harus dimanfaatkan pemerintah dan kalangan pengusaha sebagai jendela ekspor bagi produk-produk Indonesia.

“Ke depan kami mengharapkan Lulu Hypermarket dapat terus mengedepankan kemitraan dengan pengusaha UMKM nasional, sehingga menciptakan investasi yang berkualitas, yang menjadi model bagi perusahaan-perusahaan asing lainnya yang akan masuk ke Indonesia,” ujar Husin.

Lulu Hypermarket Gandeng UMKM Indonesia. Foto: KBRI Abu Dhabi

Husin menjelaskan Lulu Hypermarket saat ini sahamnya telah dibeli oleh Abu Dhabi Holding sebesar 20 persen dengan nilai mencapai USD 1 miliar yang artinya Lulu juga dimiliki oleh pemerintah Abu Dhabi. "Kami menargetkan akan ada 50 outlet Lulu yang tersebar di seluruh Indonesia dalam waktu dua tahun mendatang," jelasnya.

Sebagai informasi, Lulu Hypermarket pertama kali membuka cabang di Indonesia pada tahun 2016 dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Hingga kini, Lulu telah memiliki empat cabang di Indonesia yaitu cabang di Vivo Mall Sentul dan The Park Sawangan yang dibuka saat kondisi pandemi COVID masih merebak di bulan September dan November silam. Hal ini menyiratkan kepercayaan dan optimisme Lulu Hypermarket terhadap perkembangan dan masa depan sektor ritel di tanah air.

Lulu Hypermarket adalah bisnis ritel yang menjadi bagian dari Lulu International Group yang didirikan oleh Yusuff Ali M.A. Lulu telah menjadi kontributor utama dalam posisi ekonomi kawasan Teluk dengan omzet tahunan senilai USD 7,4 miliar.

Berkantor pusat di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, LuLu Group beroperasi di 22 negara di Timur Tengah, Asia, AS, dan Eropa. Perusahaan ini beroperasi di seluruh dunia, dan mencakup divisi bisnis di segmen ritel untuk merek hypermarket populer, tujuan pusat perbelanjaan, pabrik pengolahan makanan, distribusi grosir, properti perhotelan, dan pengembangan real estat.

Di samping itu mereka juga memiliki bisnis ritel di UEA, India, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Mesir, Malaysia, dan Indonesia serta dengan perusahaan distribusi yang berlokasi di India, AS, Eropa, negara-negara Timur Tengah, dan Filipina.

Menurut data BKPM, UEA menyumbang nilai investasi sebesar USD 259 juta dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Nilai investasi ini terdiri dari 338 proyek investasi, dan menyerap kurang lebih 9.900 tenaga kerja. Tren tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Apabila di tahun 2015 level investasi dari UEA hanya USD 19 juta per tahun, maka pada tahun 2020 angkanya mencapai USD 69 juta per tahun, atau naik hingga 350 persen.