Kumparan Logo

Ramayana Belum Berminat Bikin Situs Dagang Online

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

RUPST PT Ramayana Lestari Sentosa (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
RUPST PT Ramayana Lestari Sentosa (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mengaku belum berencana terjun ke bisnis dagang online atau e-commerce. Saat ini perusahaan lebih memilih menjual langsung produk mereka di 112 departement store yang mereka miliki.

Direktur Keuangan dan Accounting Ramayana, Suryanto beralasan, pangsa pasar e-commerce di dalam negeri masih belum terlalu besar. Sehingga Ramayana belum berpikir untuk membangun situs dagang online.

Baca juga: Strategi Jitu Ramayana Bidik Penjualan Rp 8,9 Triliun

Baca juga: Ramayana Sepakat Bagi Dividen Rp 242 Miliar

"Jadi kami belum mau investasi cukup besar untuk bisnis online ini, kecuali sudah berkembang besar baru kami masuk," ujar Suryanto saat ditemui di Ashley Hotel Indonesia, Menteng, Jakarta, Selasa (16/5).

Ramayana (Foto: Akhmad Fawzi via Google Maps)
zoom-in-whitePerbesar
Ramayana (Foto: Akhmad Fawzi via Google Maps)

Dia juga beralasan, beberapa survei menyebut, masyarakat awam masih takut berbelanja dengan menggunakan layanan online. Sehingga mereka lebih memilih untuk pergi dan datang langsung ke departement store atau mal terdekat.

"Biasanya mereka maunya belanja langsung, lihat bajunya, pegang-pegang bajunya, kan beda dengan online," tegasnya.

Baca juga: Tutup Gerai di Blok M, Penjualan Ramayana Turun Rp 3 Miliar

Sementara itu, Ramayana juga telah bekerja sama dengan Tokopedia. Ramayana mulai menjual beberapa produknya melalui situs dagang Tokopedia. Cara ini dilakukan guna meningkatkan penjualan.

"E-commerce yang kami kembangkan itu baru penjualan online istilahnya kami sewa lapak dari Tokopedia," sebutnya.