kumparan
11 Sep 2019 20:06 WIB

Rapat DPR dan 2 Menteri Diawali Mengheningkan Cipta untuk BJ Habibie

Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan PT PLN, PT Pertamina, dan PT Telkom di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (27/6). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Meninggalnya Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, pada sore hari ini menyisakan duka yang mendalam bagi semua pihak, tak terkecuali Komisi VI DPR. Untuk itu, sebelum menggelar rapat bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi UKM, Komisi VI diawali mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan BJ Habibie.
ADVERTISEMENT
“Kita berduka cita mudah-mudahan arwah beliau diterima disisiNya,” kata pimpinan rapat Teguh Juwono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9).
Permintaan tersebut langsung diikuti oleh semua peserta yang hadir termasuk Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.
Presiden Bacharuddin Habibie tiba dengan senyum dan gelombang bagi para fotografer di Queen Elizabeth II Centre di London 03 April untuk dimulainya KTT para pemimpin ASEM 11 negara-negara UE dan negara-negara Asia untuk membahas perdagangan masa depan antara kedua benua dan kedua negara. Foto: AFP/GERRY PENNY
“Sebagai anak bangsa kita semua mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya tokoh bangsa kita Bapak BJ Habibie. Semoga beliau mendapat tempat sesuai dan yang ditinggalkan diberikan kekuatan melanjutkan perjuangan,” kata Puspayoga.
Sebelumnya, Enggar mengungkapkan almarhum BJ Habibie merupakan sosok yang tidak membeda-bedakan perlakukan, baik kepada senior maupun junior. Hal itu, menurut dia, jarang dilakukan oleh pejabat lain.
“Tetapi kepada kami semua tidak membeda-bedakan, junior-senior. Saya pikir cipika-cipiki cuma dengan petinggi, tapi ternyata semua rata. Hebat juga, enggak membeda-bedakan," ungkap Enggar.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan