Kumparan Logo

Rapat Menteri di Kantor Airlangga Soal Kenaikan BBM Belum Ada Kesepakatan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Foto: Akbar Maulana/kumparan

Pemerintah kini sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Hal itu karena anggaran subsidi dan kompensasi diperkirakan akan jebol dari alokasi awal.

Sore ini terpantau beberapa Menteri mendatangi kantor Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas hal tersebut.

Mereka yang datang di antaranya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani. Selain itu, hadir juga Wakil Menteri BUMN Pahala Mansyur dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu.

Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Raden Pardede mengatakan rapat tersebut belum menghasilkan kesepakatan terkait skema apa yang akan diambil oleh pemerintah.

"Kita antisipasi saja perkembangan dunia kan seperti itu, intinya kita mencoba memitigasi dampaknya terhadap perekonomian kita bagaimana supaya ekonomi kita lebih sustainable dampaknya terhadap budget juga baik, intinya kita coba menyeimbangkan," kata Raden di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (24/8).

Pertamina pastikan stok Pertalite dan Solar aman. Foto: Pertamina

Opsi skema tersebut akan diberikan kepada Presiden Jokowi untuk diputuskan. Raden mengatakan pemerintah membuka seluas-luasnya alternatif tersebut.

"Semuanya dibuat (pertimbangan), bisa pembatasan, bisa kenaikan, ya bisa apa pun. Tentu nanti Bapak Presiden akan memilih yang paling optimal yang terbaik, jelas keputusan itu pasti diusahakan untuk tidak memberatkan kelompok masyarakat, apalagi kelompok masyarakat terbawah," ujarnya.

Menurut Raden, kapasitas fiskal APBN masih mumpuni dan bisa disesuaikan terhadap skema apa yang nantinya akan diterapkan pemerintah sehingga tidak perlu dilakukan pemangkasan anggaran dari sektor lainnya. Dia menyebut banyak hal yang menjadi perhitungan pemerintah, termasuk harga minyak dunia yang saat ini jatuh.

"Pertimbangan (harga minyak) juga, kita pertimbangkan semuanya. Kita kan melakukan exercise secara komprehensif, jadi tidak sepotong-sepotong," kata dia.

Dari pantauan kumparan, sejumlah Menteri yang datang hari ini sudah meninggalkan lokasi. Mereka meninggalkan Kantor Kemenko Perekonomian dengan menghindari awak media. Adapun saat kedatangan mereka tadi siang, semuanya tutup mulut soal ancang-ancang pemerintah menaikkan harga BBM seperti apa yang disinggung Luhut.