Rapat Perdana, Purbaya Sebut Kondisi Sistem Keuangan RI Kuartal III Stabil

3 November 2025 17:05 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat Perdana, Purbaya Sebut Kondisi Sistem Keuangan RI Kuartal III Stabil
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sistem keuangan Indonesia masih terjaga hingga kuartal III 2025, di tengah berbagai risiko global.
kumparanBISNIS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers KSSK di Kantor BI, Senin (3/11/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers KSSK di Kantor BI, Senin (3/11/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sistem keuangan Indonesia masih terjaga hingga kuartal III 2025, di tengah berbagai risiko global. Kondisi tersebut berdasarkan hasil pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
ADVERTISEMENT
Ini rapat perdana Purbaya dalam KSSK usai dilantik menjadi Menteri Keuangan. Tanggal 8 September 2025, Purbaya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
"Stabilitas sistem keuangan triwulan III 2025 tetap terjaga dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi. Dengan terus mewaspadai berbagai risiko global," ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Kantor Bank Indonesia, Senin (3/11).
Purbaya mengungkapkan daya tahan stabilitas sistem ketahanan (KSSK) pada kuartal III 2025 menjadi pijakan bagi KSSK untuk tetap optimis namun juga terus mewaspadai berbagai tantangan dan risiko yang sedang dan akan terus terjadi.
"Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam rapat berkala KSSK kemarin, menilai penguatan kewaspadaan terhadap berbagi risiko tetap dilakukan, disertai respons kebijakan yang efektif," ungkapnya.
ADVERTISEMENT