Rapor 45 Tahun BEI: Total Perusahaan yang Tercatat IPO Tembus 804 Emiten

10 Agustus 2022 10:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
ADVERTISEMENT
Bursa Efek Indonesia (BEI) memperingati 45 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Pertumbuhan pasar modal mencapai 7,68 persen dan menduduki posisi tertinggi di ASEAN.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, Bursa telah merayakan jumlah 800 emiten yang IPO dengan 38 emiten melantai tahun ini. Per hari Rabu (10/8), 4 emiten bergabung dalam bursa sejak hari Jumat.
“Total emiten yang IPO saat ini mencapai 804. Target akhir tahun yang IPO mencapai 55 emiten di 2022,” ujar Iman dalam pembukaan perdagangan HUT ke-45 pasar modal Indonesia virtual, Rabu (10/8).
Iman menyebut IHSG memecah rekor tinggi pada 21 April 2022 di level 7.226. Pada perdagangan hari Selasa (9/8), IHSG bertahan di level 7.102,880,
Kapitalisasi pasar IHSG tercatat sebesar Rp 9.130 triliun. Pada pekan lalu, rata-rata investor melakukan transaksi harian mencapai Rp 21 triliun.
“Jika dibandingkan bursa ASEAN lain, Indonesia jadi jumlah IPO terbanyak 4 tahun berturut turut sejak 2018. Perusahaan tercatat tumbuh tertinggi sebesar 39 persen dibandingkan 2017,” katanya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Iman melanjutkan, investor pasar modal tercatat mencapai 9,4 juta, termasuk investor saham sebanyak 4 juta. Investor pasar modal meningkat 8 kali lipat dibandingkan 2017. Sebanyak 59 persen investor tersebut investor berusia 30 tahun atau milenial.
“Masih ada tantangan transaksi harian kita per hari masih 200-300 ribu. Kita perlu lebih banyak investor untuk aktif trading. Mereka punya akun, tapi mereka perlu aktif melakukan trading harian,” jelasnya.
Dari porsi kepemilikan saham, lanjut Iman, investor ritel naik empat kali lipat menjadi 16 persen dibandingkan pada tahun 2017. Kenaikan ini diikuti peningkatan porsi transaksi investor ritel.
Dari 5 tahun terakhir, porsi transaksi investor ritel berkontribusi 47 persen dari total transaksi harian. Jumlah tersebut setara dengan total investor institusi.
ADVERTISEMENT
“BEI dan SRO melakukan sinergi untuk memberi layanan terbaik untuk melakukan stakeholder dengan mempersiapkan berbagai kebijakan dengan pasar modal terus berkembang di tengah pandemi untuk mewujudkan ekonomi yang tangguh,” sambung Iman.
BEI, SRO dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan inisiatif strategis pasar modal antara lain, perlindungan investor, pendalaman pasar serta sinergi dan konektivitas global.
“Terkait pendalaman pasar, OJK, BEI dan pelaku pasar luncurkan satu produk bernama structured warrant yang akan detail akan disampaikan secara berpisah. Di bursa regional, structured warrant kontribusi 10-20 persen dari total trading,” imbuhnya.