Rasio Elektrifikasi Indonesia 99,83 Persen, Target Rampung 5 Tahun Lagi

16 Februari 2025 14:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas memeriksa meteran listrik prabayar di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tegal, Jawa Tengah, Selasa (7/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memeriksa meteran listrik prabayar di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tegal, Jawa Tengah, Selasa (7/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
ADVERTISEMENT
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,83 persen di akhir kuartal IV 2024.
ADVERTISEMENT
Adapun Rasio Elektrifikasi (RE) PT PLN (Persero) tercatat sebesar 98,45 persen. Sementara Rasio Desa (RD) Berlistrik nasional mencapai 99,92 persen dan RD khusus PLN mencapai 93,05 persen.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu, mengatakan masih ada 5.821 desa belum mendapatkan akses listrik PLN, dengan sebaran Provinsi Sumatera (80 desa), Jawa Madura Bali (4 Desa), Kalimantan (855 Desa), Sulawesi (235 Desa), Nusa Tenggara (125 Desa), Maluku-Maluku Utara (215 Desa), dan Papua-Papua Barat (4.307 Desa).
Dalam paparannya saat Rapat Monitoring dan Evaluasi Lisdes Triwulan IV 2024, Jisman mengajak semua pihak untuk membantu melistriki desa-desa yang belum berlistrik di Indonesia.
“Pemerintah harus hadir bukan hanya Kementerian ESDM, saya kira dari tempat infrastruktur (Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) kita sama-sama memikirkan,” ujar Jisman, Minggu (16/2).
ADVERTISEMENT
Jisman menerangkan, sesuai laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto pada saat Acara Peresmian Infrastruktur Ketenagalistrikan di PLTA Jatigede pada 20 Januari 2025 lalu, seluruh wilayah dan rumah tangga ditargetkan bisa mendapatkan akses listrik PLN dalam 5 tahun ke depan.
“Saya mau menggugah teman-teman, ini benar-benar kita pikirkan betul terutama yang di Dinas bagaimana nikmatnya kalau ada listrik,” jelasnya.
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Adi Priyanto menjelaskan progres Program Listrik Pedesaan sejak tahun 2023 sampai kuartal IV 2024 telah selesai 100 persen di 8 Unit Induk Distribusi (UID) PT PLN (Pesrero), yaitu UID Aceh, UID Babel, UID Lampung, UID Banten, UID Jabar, UID Jateng, dan UID Jatim.
“Ada beberapa lagi yang masih progress, UID-UIW yang belum selesai untuk menyelesaikan 182 desa lagi, kita harapkan bisa selesai untuk dilaporkan,” terang Adi.
ADVERTISEMENT
Adi menjelaskan, PLN saat ini telah melakukan inovasi-inovasi di lapangan untuk mendukung penyelesaian program listrik pedesaan. Menurutnya, PLN siap menyelesaikan tantangan yang diberikan, terutama dengan kebersamaan teman-teman di daerah.
Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Energi dan Telekomunikasi, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ridha Yasser, menyoroti penyelesaian program ini di tengah efisiensi anggaran pemerintah.
Ridha mengingatkan, dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025, agar semua pihak bekerja lebih efektif dan efisien guna tercapainya semua target pekerjaan di akhir tahun.
“Kita diminta swasembada energi, harus betul-betul tercapai anggarannya, jadi kita harus bisa lebih cermat dan lebih memilih prioritas mana yang harus didahulukan,” kata Ridha.