Kumparan Logo

RDMP Balongan Rampung April 2022, Kapasitas Kilang Tambah 25 Ribu Barel per Hari

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Pusat Komplek kilang minyak PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan yang berlokasi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu,  Provinsi Jawa Barat. Foto: Dok. Kemhan RI
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Pusat Komplek kilang minyak PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan yang berlokasi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Foto: Dok. Kemhan RI

PT Pertamina (Persero) melalui subholding refining & petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menargetkan penyelesaian Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modifikasi kilang Balongan rampung di April 2022 ini.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengungkapkan Kilang Minyak Balongan akan mengalami penambahan kapasitas produksi dari 125 ribu barel per hari menjadi 150 ribu barel per hari di Kuartal I 2022.

"Pertengahan tahun ini, semester 1 akan ada tambahan kapasitas 25 ribu barel per hari dari Balongan, melalui proyek RDMP Balongan. Hari ini produksinya 125 ribu barel menjadi 150 ribu per hari," ujar Nicke di Balikpapan, Sabtu (8/1).

Nicke melanjutkan, kilang yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat ini akan menjadi kilang yang kapasitasnya bertambah di tahun 2022, setelah sekian tahun Pertamina tidak menambah kapasitas untuk kilang-kilangnya.

"Jadi kalau ditanya penambahan kapasitas (kilang) Pertamina kapan terjadi, jawabannya semester 1 yaitu RDMP Balongan. April kita akan merayakan setelah sekian tahun tidak menambah kapasitas," tutur dia.

Adapun Refinery Unit (RU) VI Balongan merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan Pertamina dengan kegiatan bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah (crude oil) menjadi produk-produk BBM (Bahan Bakar Minyak), Non BBM, dan Petrokimia.

RU VI Balongan ini mulai beroperasi sejak 1994 dan menjadi salah satu dari empat kilang Pertamina yang tengah dimodifikasi dalam proyek RDMP. Berdasarkan catatan kumparan, pada tahun lalu Pertamina menandatangani kerja sama dengan China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan untuk pengembangan kilang ini.

Proyek tersebut terdiri dari tiga fase. Untuk fase pertama dan kedua, merupakan pengembangan kilang eksisting yang ditargetkan rampung pada 2022. Di sana, Pertamina akan mengolah produk produk minyak menjadi petrokimia. Fase ketiga, membangun refinery yang akan terintegrasi dengan petrokimia yang akan dilakukan CPC.

Selain menambah kapasitas produksi sebesar 25 ribu barel per hari, proyek ini juga akan menghasilkan naphtha untuk proses lanjut dengan kapasitas produksi 11,6 MBSD, dari sebelumnya yang sebesar 5,29 MBSD.