Kumparan Logo

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut Beroperasi Februari 2020

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas perbaiki wesel pemindah jalur rel kereta Foto: Hendra Nurdiyansyah
zoom-in-whitePerbesar
Petugas perbaiki wesel pemindah jalur rel kereta Foto: Hendra Nurdiyansyah

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proyek reaktivasi jalur Kereta Api (KA) Cibatu-Garut akan beroperasi tahun depan. ‎Adapun pembangunan reaktivasi Cibatu-Garut itu dimulai awal tahun ini.

‎Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, jalur KA Cibatu-Garut merupakan jalur KA pertama yang direaktivasi di Jawa Barat. Menurutnya, pembangunan KA Cibatu-Garut akan selesai Desember 2019.

"Kalau reaktivasi sekarang sudah 60 persen, Cibatu ke arah Garut selesai Desember 2019. Operasional Februari 2020," ujarnya saat ditemui di ‎Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat, Jumat (26/4).

Dia menambahkan, dalam pembangunan reaktivasi jalur KA itu, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 400 miliar. Sementara sumber pembiayaan proyek reaktivasi ini berasal dari berbagai sumber.

"‎Pola pembiayaan macam-macam. Kalau ini kan PT KAI. Ada yang APBN, macam-macam," tegas Budi Karya.

Ilustrasi kereta api. Foto: Thinkstock

Menurut dia, seusai Cibatu-Garut, proyek reaktivasi jalur kereta yang ditargetkan selesai ialah Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran, dan Bandung-Ciwidey. Budi Karya menyebut, ketiga jalur KA lain menghabiskan anggaran lebih besar.

"Yang lain akan besar, Banjar-Pangandaran Rp 2 triliun, Ciwidey juga agak mahal pembebasan lahannya mahal," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menyampaikan, Stasiun Cibatu, Garut merupakan stasiun bersejarah. Sebab komedian Charlie Chaplin pernah 2 kali ke Garut melalui stasiun ini.

"Dulu Charlie Chaplin pernah dua kali ke Garut melalui jalur itu. Kami punya foto-fotonya," papar Edi.