Realisasi Impor Bawang Putih Minim, Kemendag Sebut Stok Aman Sampai Agustus 2024

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Budi Santoso, memastikan pasokan bawang putih impor sudah mencukupi kebutuhan dalam negeri setidaknya sampai Agustus 2024.
Lambatnya pasokan bawang putih masuk ke Indonesia ditengarai karena lambatnya realisasi penerbitan persetujuan impor (PI) bawang putih dari Kemendag.
"Sekarang 350 ribu (349.290 ton yang sudah terbit PI). Sudah cukup itu sampai bulan Agustus," kata Budi saat ditemui di Bidakara Jakarta, Rabu (10/7).
Tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor bawang putih 645.025 ton. Sampai 4 Juli 2024 lalu, baru diterbitkan PI sebanyak 349.290 ton atau 52,5 persen dari total kuota.
"Ya kan sebagian belum mengajukan, perusahaannya," ujar Budi menjelaskan realisasi penerbitan PI yang belum seluruhnya karena importir belum mengajukan.
Dari jumlah PI yang sudah diterbitkan Kemendag itu, realisasi impor bawang putihnya mencapai 207.237 ton atau hanya 59,3 persen dari total PI yang sudah diterbitkan, atau hanya 31,2 persen dari total kuota impor bawang putih yang sudah ditetapkan.
Minimnya realisasi impor meski PI sudah diterbitkan Kemendag ini yang menjadi isu mengapa pasokan bawang putih di pasar berkurang dan membuat harganya melambung.
"Kalau sekarang masih cukup sih, izinnya (PI). Yang jadi masalah di lapangan itu realisasinya impornya. Tapi sekarang sudah mulai naik terus (realisasi impor). Jadi harganya sudah bagus kan, kemarin Rp 45.000 per kg, sekarang sudah turun," ungkap Budi.
Harga bawang putih bonggol rata-rata nasional berdasarkan panel harga pangan Badan Pangan Nasional hari ini berada di level Rp 40.320 per kg, setelah sempat menyentuh harga Rp 43.080 per kg di bulan April.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti tata kelola bawang putih dalam negeri yang kurang baik berdampak pada terbatasnya stok bawang putih. Sehingga harganya melambung.
“Kenaikan harga bawang putih bukan karena harga sumbernya naik. Tetapi karena kita sendiri di dalam negeri, kita kurang bagus. Yang sudah diberikan izin impor belum realisasi sesuai target,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 secara virtual, Senin (13/5).
