Kumparan Logo

Realisasi Lifting Minyak Hanya 96 Persen, SKK Migas Ragu Target di 2021 Tercapai

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. Foto: Dok. Pertamina

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting minyak bumi per kuartal I 2021 sebanyak 676,2 ribu barel per hari (bph). Capaian ini baru 96 persen dari target APBN sebesar 705 ribu bph.

Sementara realisasi lifting gas bumi lebih tinggi sedikit, yaitu sebanyak 5,539 mmscfd di kuartal I 2021 atau 98,2 persen dari target APBN 5.638 mmscfd.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, rendahnya realisasi lifting minyak di tiga bulan pertama tahun ini karena posisi realisasi di akhir Desember 2020 sudah rendah disebabkan oleh investasi hulu migas yang juga turun.

"Karena investasinya turun sangat besar membuat pengeboran sangat kurang sehingga di akhir tahun decline-nya (penurunan produksi) rendah banget. Entry point kita masuk di 2021 ini posisi sudah 699 barel per hari," ujar Dwi dalam konferensi pers Kinerja Hulu Migas Kuartal I 2021 secara virtual, Senin (26/4).

Alasan kedua, kegiatan pengeboran banyak yang mundur karena pada Kuartal I 2021 masih proses pengadaan dan persiapan. Hal ini membuat jadwal pengeboran terpaksa geser semua ke kuartal II dan III 2021.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Foto: Dok. SKK Migas

Diakui Dwi, banyak perusahaan hulu migas, terutama PT Pertamina (Persero) yang di kuartal I 2021 masih banyak yang belum selesai keputusan investasinya (final investment decision/FID) sehingga pengeboran pun terhambat.

Dia berharap tahun ini, target pengeboran 616 sumur bisa tercapai. Target ini lebih besar dari realisasi tahun lalu yang hanya 240 sumur. Padahal, investasi juga sangat penting bagi keberlangsungan produksi.

Dwi juga mengungkapkan keraguannya target akhir tahun 705 ribu barel tercapai karena beberapa hambatan ini.

"Namun, karena banyak yang masih urus-urus FID khususnya di Pertamina group, ini agak mundur. Mungkin outlook akhir tahun tidak sampai 705 ribu bph, tapi grand strategi no decline di 2021 ini bisa kita dekatkan sedekat mungkin," ujar Dwi.