Kumparan Logo

Realisasi PNBP Kementerian ESDM Tembus Rp 85,58 T per Juli 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Kementerian ESDM mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) per Juli 2026 sudah mencapai Rp 85,58 triliun. Angka tersebut 62,84 persen dari target keseluruhan sebesar Rp 136,18 triliun

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, PNBP tersebut berasal dari berbagai hal mulai iuran produksi sampai penjualan hasil tambang.

“Sampai dengan 12 Juli 2026, realisasi PNBP Kementerian ESDM sebesar Rp 85,58 triliun atau 62,84 persen dari target sebesar Rp 136,18 triliun, yang berasal dari iuran produksi, royalti minerba, penjualan hasil tambang, keuntungan bersih IUPK, dan pendapatan sumber daya alam lainnya,” kata Yuliot dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (16/7).

Selain itu, Yuliot juga menyampaikan realisasi belanja Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2025. Dalam periode itu, realisasi mencapai Rp 13,19 triliun atau 91,34 persen dari pagu anggaran belanja sebesar Rp 14,44 triliun.

video story embed

Meski demikian, Yuliot mengakui bahwa realisasi tersebut masih lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya. Hal ini karena ada beberapa pekerjaan infrastruktur migas yang diundur ke Tahun Anggaran 2027.

“Presentasi realisasi anggaran belanja Tahun Anggaran 2025 sebesar 91,34 persen tersebut atau lebih kecil dibandingkan dengan realisasi anggaran Tahun 2024 sebesar 97,05 persen karena perubahan komposisi kontrak tahun jamak pada pekerjaan pembangunan infrastruktur migas yang semula akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 menjadi Tahun Anggaran 2027 sehingga anggarannya dikembalikan sebesar Rp 1,1 triliun,” ujarnya.