Rekor! Adaro Raup Laba Bersih Rp 33,81 T per Kuartal III 2022, Naik 366 Persen

1 November 2022 11:22
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presdir Adaro Indonesia Garibaldi Tohir (kanan) dalam Peringatan 30 Tahun Adaro, di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jakarta. Foto: Dok. Adaro
ADVERTISEMENT
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan kinerja perusahaan dengan tingkat profitabilitas tertinggi selama sembilan bulan terakhir atau kuartal I-III 2022, di tengah lonjakan harga batu bara global.
ADVERTISEMENT
Laba bersih ADRO mencapai USD 2,16 miliar atau setara Rp 33,81 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.654 per dolar AS) atau naik 366 persen (yoy).
Harga batu bara tinggi juga mendorong EBITDA operasional ADRO naik 231 persen menjadi USD 3,8 miliar dari USD 1,14 miliar (yoy). Adaro meningkatkan margin EBITDA operasional tahunan sebesar 1.950 bps menjadi 64,2 persen dari 44,7 persen karena ASP naik 106 persen dan volume penjualan naik 14 persen.
Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Indonesia, Garibaldi atau Boy Thohir, mengatakan pada sembilan bulan pertama tahun 2022, Adaro terus mengeksekusi strategi untuk meningkatkan produksi dan penjualan.
"Kami mengejar peningkatan melebihi 10 persen (yoy) untuk dua komponen ini. Pendapatan, EBITDA dan laba bersih mencapai rekor tertinggi untuk sembilan bulan pertama dari setiap tahun sejak perusahaan didirikan 30 tahun lalu," ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (1/11).
ADVERTISEMENT
Boy Thohir melanjutkan, EBITDA operasional yang mencapai USD 3,8 miliar, dan laba inti USD 2,3 miliar setara dengan kenaikan masing-masing 231 persen dan 262 persen (yoy) yang mencerminkan kualitas laba.
"Belum lama ini, kami merayakan ulang tahun ke-30, yang merupakan momentum untuk mengingat masa lalu, dan berfokus pada masa depan. Saya gembira dengan inisiatif hijau di Adaro," tuturnya.
Seiring dengan evolusi dan inovasi ADRO di 30 tahun ke depan, dia memastikan akan membangun Adaro yang baru dengan berfokus pada eksekusi, SDM, dan budaya.
"Hal ini seiring langkah untuk meningkatkan investasi pada energi terbarukan, membangun kawasan industri hijau terbesar di dunia dan berinvestasi pada rantai pasokan baterai kendaraan listrik," pungkasnya.

Pendapatan Usaha, Produksi, dan Beban

Ilustrasi kapal tongkang membawa batu bara di sungai Mahakam. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Pendapatan usaha Adaro Energy Indonesia per kuartal III 2022 naik 130 persen menjadi USD 5,91 miliar (yoy), terutama karena kenaikan 106 persen (yoy) pada ASP.
ADVERTISEMENT
Cuaca buruk dan keterbatasan suplai dan konflik geopolitik menopang harga batu bara mendekati rekor sepanjang sejarah di tahun ini. ADRO berhasil meningkatkan produksi sebesar 14 persen menjadi 45,4 juta ton dari 39,6 juta ton (yoy) per kuartal III 2022.
Sementara itu, beban pokok pendapatan naik 59 persen (yoy) menjadi USD 2,54 miliar terutama karena kenaikan pembayaran royalti akibat kenaikan pada ASP maupun biaya penambangan yang terjadi karena kenaikan harga BBM global.
Adapun royalti ADRO kepada Pemerintah dan beban pajak penghasilan badan naik 302 persen menjadi USD 2,04 miliar pada periode ini, juga disebabkan kenaikan pendapatan batu bara berkat kenaikan ASP.
Dengan kinerja keuangan tersebut, total aset ADRO naik 41 persen menjadi USD 10,03 miliar (yoy) karena kenaikan 122 persen pada kas menjadi USD 3,35 miliar. Aset lancar naik 96 persen menjadi USD 4,54 miliar, dan aset non lancar naik 14 persen menjadi USD 5,48 miliar (yoy).
ADVERTISEMENT