Kumparan Logo

Rekrutmen Pramugari Kereta Cepat Paling Diminati, dari 6.000 Pelamar Dipilih 12

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melintas saat uji coba operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta, Jumat (15/9/2023). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melintas saat uji coba operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta, Jumat (15/9/2023). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Menjelang operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah merekrut 12 pramugari. Ternyata, persaingan menjadi pramugari KCJB sangat ketat, dengan total pelamar mencapai 6.000 orang.

Hal tersebut diungkap salah satu pengguna TikTok havenzheng. Dalam videonya mewawancarai para pramugari KCJB, salah satu pramugari mengungkap bahwa total pelamar pramugari mencapai 6.000 orang dengan 5 tahapan rekrutmen.

"Aku sudah lolos 5 tahapan tes, sangat bangga sih karena saya masuk dengan KCIC ini melewati sekitar 6.000 orang dan yang terpilih hanya 12 orang," ucap pramugari tersebut, dikutip Kamis (28/9).

instagram embed

Selain itu, pramugari KCJB tersebut juga mengungkapkan meskipun ada kendala bahasa di awal-awal, pihak KCIC ternyata menyediakan pelatihan bahasa Mandarin untuk para pramugari.

Merespons hal tersebut, GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, membenarkan total pelamar pramugari KCJB mencapai sekitar 6.000 dan hanya dipilih 12 orang saja.

Selain itu, Eva juga membenarkan ada kewajiban pelatihan bahasa Mandarin agar para pramugari tidak terkendala bahasa saat bekerja, mengingat dalam proyek ini Indonesia bekerja sama dengan perusahaan China.

"Ya betul. Terkait pelatihan bahasa memang dilakukan agar mereka dapat berkomunikasi juga dengan tenaga ahli dari Tiongkok, karena sementara proses transfer knowledge dilakukan untuk pengoperasian masih dilakukan oleh tenaga ahli Tiongkok," jelasnya kepada kumparan, Kamis (28/9).

Eva memastikan, seluruh pramugari KCJB adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bukan Tenaga Kerja Asing (TKA) apalagi berasal dari China.

"Setelah proses transfer knowledge selesai dan TKI sudah memiliki kemampuan, maka akan diambil alih seluruhnya operasional oleh tenaga ahli yang sudah terbentuk dari Indonesia," tutur Eva.

"Namun semua pramugari tersebut adalah TKI, tidak ada TKA," pungkasnya.