Rencana Belanja Negara 2027 Lebih Dari Rp 4.000 T, Pertama Kali dalam Sejarah

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa rencana belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 menembus angka lebih dari Rp 4.000 triliun.
Angka ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Suahasil menuturkan bahwa APBN 2026 awalnya didesain dengan defisit 2,68 persen dari PDB.
Namun, dengan seluruh kebutuhan dan perubahan asumsi makro yang terjadi, defisit anggaran diprediksi naik mencapai 2,85 persen dari PDB pada akhir tahun.
Sementara itu, untuk tahun 2027, APBN yang tengah dirancang bersama DPR RI menargetkan defisit anggaran sebesar 2,4 persen dari PDB dengan alokasi belanja mencapai Rp 4.097,2 triliun.
"RAPBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar ini pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia belanja negara melebihi Rp 4.000 triliun," tegas Suahasil saat acara Antara Business Forum 2026, Rabu (23/9).
Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar belanja yang besar, melainkan menjadi tanggung jawab besar karena dampaknya harus dirasakan langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Program peningkatan produktivitas, program kesehatan, program pendidikan, program untuk memberikan perlindungan sosial, program untuk memastikan konektivitas infrastruktur. Namun, pada saat yang bersamaan bersinergi dengan apa yang dilakukan oleh investasi Danantara dan juga dengan sektor keuangan lainnya," tutur Suahasil.
Pemerintah telah mengumumkan target belanja negara dalam RAPBN 2027 sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari target belanja Rp 3.842,7 triliun dalam APBN 2026.
Sementara itu, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 3.426 triliun, naik tipis dari Rp 3.153,6 triliun di APBN 2026.
Adapun pembiayaan direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hingga Agustus 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap PDB. Defisit terjadi karena nilai pendapatan negara lebih kecil dibandingkan pengeluaran atau belanja negara.
Tercatat, pendapatan negara sampai Agustus 2026 mencapai Rp 2.055 triliun, setara dengan 65,2 persen dari target APBN atau tumbuh 25,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 2.295 triliun, setara dengan 58,7 persen dari target APBN atau tumbuh 17 persen yoy. Keseimbangan primer pun mencatatkan surplus Rp 154 triliun.
"Pada akhir Agustus kemarin APBN itu telah mengumpulkan pendapatan 65,2 persen dari targetnya. Untuk pencapaian akhir bulan Agustus menurut saya ini on track, karena Agustus itu sudah 8 bulan, 65,2 persen dari target, belanja negara telah dibelanjakan 59,7 persen dari target," jelas Suahasil.
Rencana belanja RAPBN 2027 diproyeksi cetak sejarah tembus Rp 4.097 triliun. Menkeu sebut defisit ditargetkan 2,4 persen terhadap PDB.
