Rencana Darma Mangkuluhur, Generasi Ketiga Cendana, di Bisnis Lapangan Golf IGR
ยทwaktu baca 3 menit

Perusahaan terafiliasi keluarga Cendana, PT Intra GolfLink Resorts (IGR) tengah bersiap untuk memperkuat bisnis properti, khususnya lapangan golf di Indonesia. Hal ini seiring dengan potensinya yang besar, tak hanya di dalam negeri tapi juga di pasar internasional.
Komisaris Intra GolfLink Resorts, Darma Mangkuluhur Hutomo mengungkapkan, adanya peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga golf, sejalan dengan pertumbuhan IGR selama tiga tahun terakhir. Darma merupakan anak dari pengusaha dan politikus, Tommy Soeharto.
Adapun jumlah pemain golf yang menggunakan lapangan golf milik IGR meningkat dari tahun ke tahun, dengan total round (jumlah pengunjung yang datang dan bermain) mencapai 124.020 pada akhir tahun 2023.
Sebagai generasi ketiga keluarga Cendana, Darma berencana melakukan ekspansi bisnis dengan pengembangan kawasan properti terpadu di sekitar lapangan golf, termasuk pembangunan vila dan infrastruktur komersial lainnya.
"Rencana saya itu untuk IGR berkembang menjadi tidak hanya perusahaan golf tapi juga di bidang property juga, dan kita fokus di golf tourism. Saya lihat golf tourism itu market yang sangat berpotensi di Indonesia ini," kata Darma kepada kumparan.
"Kita lihat sekarang golf tourism yang masuk ke Indonesia adalah 250 ribu orang sedangkan kita memiliki 158 golf courses seluruh indonesia. You might think itu angkanya lumayan besar ya tapi kalau kita compare to other southeast asian countries that's very small, sangat kecil,"
-Komisaris Intra GolfLink Resorts, Darma Mangkuluhur Hutomo-
Darma melihat adanya potensi besar bagi perusahaan untuk memanfaatkan pasar tersebut. Ia melihat adanya peluang dari kedua sektor tersebut untuk bisa dimanfaatkan. Sebab, belum ada perusahaan golf di indonesia yang fokus pada sektor tersebut.
"Jadi, itu sebabnya kita melakukannya segera di sektor golf. saya lihat, kalau misalnya dari banding southeast Asian countries, berarti kita bukan jumlah courses yang kurang, tapi kualitasnya," kata Darma
"Berarti kita harus reinvest di kualitas courses golf di Indonesia. Selain itu, kita harus membuat destinasi. Jadi, membuat orang tahu bahwa Indonesia serius tentang memenuhi kebutuhan orang-orang ini yang datang untuk kursus golf di dunia," tambahnya.
IGR telah menyiapkan dana investasi mencapai Rp 1,2 triliun hingga 2027. Dana tersebut salah satunya akan digunakan untuk membangun lapangan golf baru di Sentul, Bogor.
Lapangan golf baru itu menggantikan Palm Hills Golf Bogor yang sudah beroperasi sejak 1993 silam. Sementara itu, IGR akan membangun total 13 cluster residensial di atas lahan golf lama tersebut hingga 2027 mendatang. Total luas lahan di kawasan itu mencapai 94 hektare.
Selain di Sentul, perusahaan juga akan melakukan pengembangan untuk asetnya yang berada di Bali dan Belitung. IGR akan mendirikan boutique luxury hotel dan melakukan revitalisasi hotel dan vila yang sudah ada di sekitar New Kuta Golf Bali.
"Setelah COVID -19, kita melihat peningkatan orang-orang yang ingin ke golf. Kebutuhan untuk main golf meningkat. Sekarang trennya masih begitu orang masih cari golf course lah. Jadi, kita harus menggunakan kesempatan ini, dan ekspansi golf industri di indonesia. itu yang kita lakukan di sini di IGR," ujar Darma.
Simak selengkapnya CEO Office kumparan di Youtube:
