Rencana IPO Persib Bandung Masih Berlanjut, Pemkot Kejar Konsolidasi Aset

Rencana PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berlanjut. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan proses masih membutuhkan konsolidasi aset sebelum Persib bisa mengejar target valuasi yang ditetapkan BEI.
Farhan menjelaskan, rencana IPO Persib sebenarnya telah dirintis sejak 2011. Namun, saat ini proses tersebut terkendala pada konsolidasi aset karena dirinya sudah tidak lagi berada di dalam manajemen Persib.
“Harusnya sih ada ya, karena kan sudah kita rintis dari tahun 2011. Pertanyaannya cuma tinggal saya kira, karena kan saya udah nggak ada di dalam manajemen, masalah konsolidasi aset,” ucap Farhan ketika ditemui wartawan di gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/8).
Kata Farhan, Pemerintah Kota Bandung memberikan kesempatan kepada Persib untuk memperluas kerja sama pemanfaatan aset milik Pemkot Bandung.
Saat ini, kerja sama antara Pemkot Bandung dan Persib baru mencakup Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Farhan menyebut sejumlah fasilitas di sekitar stadion masih belum masuk dalam kerja sama.
“Saat ini kerja sama pemanfaatan aset kota Bandung bersama Persib baru di stadion GBLA, stadionnya. Sekitarnya belum, tempat parkir, tempat latihan, tempat hiburan, segala macamnya belum,” ungkapnya.
Selain aset yang berkaitan dengan Persib, Pemkot Bandung juga menyiapkan kerja sama pemanfaatan fasilitas olahraga lainnya. Salah satunya dengan klub basket Satria Muda.
Farhan menilai konsolidasi aset menjadi tahap penting sebelum rencana IPO Persib berkembang lebih jauh. Jika proses konsolidasi aset berhasil dilakukan, Farhan memperkirakan Persib berpotensi mengejar valuasi hingga Rp 1 triliun.
“Kalau itu sudah diakuisisi consolidate, saya kira bisa ngejar sih valuasi sampai Rp 1 triliun. Saya nggak bisa targetin,” ujarnya.
