Rencana Menteri Edhy Ekspor Benih Lobster Diprotes Sana-sini

Tidak sedikit yang melempar protes keras terkait rencana ekspor benih lobster. Ide ini muncul dan dilontarkan pertama kali oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Dia menyebut, kebijakan pelarangan ekspor benih lobster justru akan mematikan mata pencarian nelayan. Karena pelarangan itu pula, banyak yang justru melakukan perdagangan benih lobster ilegal.
“Jadi kenapa tidak kita buka saja sekalian. Tapi tentu dengan kuota,” katanya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sejak saat itu, rencana ekspor benih lobster menjadi perbincangan yang cukup panas. Bahkan, sejumlah pihak mengkritik langkah Edhy tersebut.
Salah satunya ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri. Dia mengkritik kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan mengizinkan ekspor benih lobster. Menurut Faisal, membuka keran ekspor benih lobster akan kontraproduktif bagi peningkatan ekspor lobster dewasa.
"Belum sebulan (di kabinet), justru ekspor benih lobster dicabut. Jadi sekarang jual-jual, enggak usah kita besarkan. Udah gila ini," kata Faisal di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/12).
Dia menambahkan, kenaikan ekspor lobster itu terjadi sejak Permen Nomor 56 Tahun 2016 tentang pelarangan ekspor benih lobster diterapkan.
"Jadi bukannya turun seperti yang dibilang sejumlah pengusaha, nilai ekspor HS 03 malah naik dari sekitar USD 2,8 miliar menjadi sekitar USD 3,25 miliar per 2018," ujar Faisal.
Senada, Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi juga tidak setuju dengan rencana yang digagas Menteri Edhy tersebut. Sebab, kata Dedi, menjual baby atau anak lobster ke luar negeri akan merugikan negara.
Bisa jadi Indonesia mengekspor benih lobster, lalu mengimpor lobster yang sudah besar dari Vietnam. Harga lobster yang sudah besar tentu jauh lebih tinggi dibanding benihnya.
"Kalau seperti ini (ekspor benih lobster), maka Indonesia malah akan menjadi pengimpor (lobster) dari Vietnam. Sebab, ada kemungkinan besar Vietnam melakukan rekayasa genetika lobster sehingga menghasilkan lobster kualitas unggul," kata Dedi kepada kepada wartawan.
Meski begitu, Edhy tampak tak gentar sedikit pun. Dia justru makin yakin dengan rencana ekspor benih lobster. Edhy bahkan tak menggubris ketika dia dituding turut terlibat dalam proses penyelundupan benih lobster.
“Enggak apa-apa, jangan panas mau dipojokkan dibilang ikut terlibat penyelundupan. Kita yakin dengan rencana kita membangun kepentingan masyarakat dan negara. Apa saja yang menghantam kita itu adalah penguatan rencana, jangan pernah ragu,” katanya.
Saat ini, Edhy tengah mengkaji dan merumuskan kembali kebijakan pemanfaatan benih lobster bersama para pemangku kepentingan dan para pakar/ahli yang terdiri dari para peneliti dan akademisi, serta meminta masukan dan saran para pelaku usaha dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lobster di alam dan keberlangsungan ekonomi masyarakat nelayan.
“Kebijakan yang tengah dikaji terutama berkaitan dengan pemanfaatan benih lobster hasil tangkapan di alam, dengan mengatur ulang perdagangan benih lobster dan rencana pengembangan teknologi pembesaran benih lobster hingga ukuran konsumsi di dalam negeri,” katanya dalam keterangan tertulis.
