Kumparan Logo

Rencana Merger BUMN Karya Dinilai Terganjal Utang yang Menggunung

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengamat BUMN dari FE UI Toto Pranoto memaparkan kondisi BUMN di diskusi soal likuidasi BUMN, Rabu (17/11). Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat BUMN dari FE UI Toto Pranoto memaparkan kondisi BUMN di diskusi soal likuidasi BUMN, Rabu (17/11). Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir berencana melakukan merger BUMN Karya, menyusul langkah beberapa perampingan atau holdingisasi BUMN sebelumnya.

Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management FEB UI, Toto Pranoto, menuturkan merger BUMN Karya merupakan keniscayaan seperti yang dilakukan pada BUMN pengelola pelabuhan, PT Pelindo (Persero).

Hal ini, menurut Toto, karena banyaknya kesamaan line of business. Sehingga merger bisa menjadi alternatif meningkatkan daya saing BUMN Karya tersebut. Sebab, jumlah aset dan ekuitas yang meningkat akan bagus di mata kreditur.

"Demikian pula spesialisasi setiap BUMN Karya ini bisa difokuskan sehingga bisa dihindarkan duplikasi (rebutan pekerjaan), serta bisa sharing berbagai sarana pekerjaan yang memungkinkan meningkatnya efisiensi," ujar Toto saat dihubungi kumparan, Rabu (19/4).

Meski begitu, Toto menilai merger BUMN Karya pasti akan terganjal masalah utang yang masih menggunung. Dia menyebutkan perlu restrukturisasi lebih lanjut agar rencana bisa terealisasikan.

"Problem-nya memang utang BUMN Karya yang masih menggunung. Perlu langkah restrukturisasi yang lebih komprehensif sehingga permasalahan ini bisa ada solusinya," ungkap Toto.

Sejumlah tamu berfoto bersama di depan logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN. Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Senada, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menuturkan konsolidasi BUMN Karya memiliki sisi positif seperti pengawasan lebih mudah, keuangan tersentralistik, dan proses pengambilan kebijakan lebih cepat dan efektif.

"Cuma kelemahannya butuh proses panjang. Jangan sampai meninggalkan legacy yang tidak baik bagi BUMN yang digabungkan menjadi beban negara. Ini menyangkut utang piutang, utang dari BUMN ini siapa yang lunasi, siapa yang bertanggung jawab," tegas Trubus.

Terkait rencana merger BUMN Karya, Erick Thohir mengaku sudah berdiskusi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Meski belum bisa membeberkan lebih rinci, dia ingin BUMN Karya bisa memiliki expertise.

5 BUMN Karya memiliki total liabilitas atau utang jumbo sepanjang 2022. Perusahaan yang mencatatkan utang antara lain PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Hutama Karya (Persero).

Jika dihitung total utang BUMN Karya yang tercatat di BEI mencapai Rp 287,03 triliun. Waskita Karya merupakan BUMN Karya dengan utang terbesar menembus Rp 83,98 triliun, diikuti Hutama Karya sebesar Rp 71,53 triliun, Wijaya Karya mencapai Rp 57,57 triliun, PT PP senilai Rp 42,79 triliun, dan Adhi Karya Rp 31,16 triliun.