Rentetan Nasib Sial Roman Abramovich Usai Invasi Rusia ke Ukraina
ยทwaktu baca 5 menit

Roman Abramovich tengah menjadi sorotan di tengah konflik Rusia-Ukraina dan krisis yang menimpa Chelsea. Terkini, taipan Rusia itu tertangkap kamera dalam kondisi yang 'kacau' alias penampilannya tampak acak-acakan atau berantakan.
Diwartakan oleh The Sun dan Reuters, Abramovich berada di Bandara Ben Gurion, Israel, pada Senin (14/3). Pria 55 tahun itu dikabarkan hendak terbang ke Turki.
Lebih lanjut, The Sun melaporkan Abramovich terlihat acak-acakan. Dalam foto yang beredar di media sosial, rambut dan brewoknya yang memutih dibiarkan memanjang dan tak dicukur.
"Orang Rusia yang terkena sanksi itu [Abramovich] terlihat tampak acak-acakan di Bandara Ben Gurion Israel sesaat sebelum jetnya lepas landas ke Istanbul," tulis laporan The Sun.
Abramovich adalah salah satu konglomerat Rusia yang terkena dampak invasi Rusia ke Ukraina. Berikut kumparan merangkum nasib sial yang dialami Abramovich usai negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi ke Rusia:
Kehilangan Rp 12,09 Triliun dalam Sehari
Abramovich kehilangan kekayaan sebesar 650 juta poundsterling atau setara dengan Rp 12,09 triliun (kurs poundsterling Rp 18.600) hanya dalam waktu satu hari pada 14 Februari 2022 lalu.
Menurut laporan Daily Star, kerugian tersebut tidak terlepas dari konflik Rusia-Ukraina. Para investor yang memasok dana ke perusahaan yang sahamnya dimiliki Abramovich tiba-tiba cabut. Alhasil, harga saham beberapa emiten asal Rusia itu anjlok karena ditinggal sebagian besar investor.
Salah satu contoh emiten yang sebagian besar sahamnya dipegang oleh Abramovich adalah Evraz. Evraz merupakan perusahaan besi dan pertambangan yang beroperasi di Rusia.
"Pada Senin (14/2), saham Evraz mengalami penurunan sebesar 28,6 persen. Menyebabkan kekayaan bersih bos Chelsea (Abramovich) turun sebesar 650 juta poundsterling (Rp 12,09 triliun) dalam kurun waktu satu hari," tulis laporan tersebut.
Aset Dibekukan Pemerintah Inggris, Termasuk Chelsea
Pemerintah Inggris resmi menjatuhkan sanksi kepada Roman Abramovich pada 10 Maret 2022. Aset-aset Abramovich dibekukan termasuk klub miliknya, Chelsea. Inggris dan mayoritas negara di Eropa memang berpihak kepada Ukraina. Sementara, Abramovich adalah pria asal Rusia yang memiliki koneksi dengan Pemerintah Rusia.
CNN International mewartakan bahwa Roman Abramovich masuk dalam daftar tujuh oligarki Rusia (pebisnis kaya raya yang terkait politik) yang disanksi Pemerintah Inggris. Aset milik Abramovich dibekukan, termasuk Chelsea.
"Pemerintah Inggris telah memberikan sanksi kepada oligarki Rusia, Roman Abramovich. Membekukan asetnya termasuk klub sepak bola Premier League, Chelsea," tulis laporan tersebut pada Kamis (10/2).
Padahal Roman Abramovich sebelumnya sudah menyatakan mundur dari kepengurusan Chelsea. Kemudian, pada 3 Maret dini hari WIB lalu, Abramovich menyatakan dirinya akan menjual Chelsea.
Keputusan tersebut, menurut pernyataan Roman Abramovich, diambil demi kebaikan Chelsea di tengah konflik Rusia-Ukraina. Gara-gara sanksi ini, penjualan Chelsea ditangguhkan. Namun kabar terkini, Pemerintah Inggris sudah memberikan lampu hijau terkait penjualan Chelsea dan beberapa pihak sudah mengajukan tawaran.
Tak Bisa Bayar Utang Rp 186 Juta ke Ratu Inggris
Abramovich dikabarkan tak mampu membayar utangnya kepada Ratu Inggris. Dilaporkan Daily Star, Minggu (13/3), pria berusia 55 tahun itu berisiko kehilangan aset yang cukup besar di tanah Inggris.
Jadi, Abramovich memiliki rumah senilai 107 juta poundsterling (setara Rp 1,9 triliun) di atas tanah milik Ratu Inggris. Nah, ia dilaporkan tak bisa membayar sewa tanah tersebut.
"Pemilik Chelsea Roman Abramovich dilaporkan tidak mampu membayar sewa 10 ribu poundsterling (Rp 186 juta) yang diperlukan kepada Ratu Elizabeth atas tanah tempat rumahnya dibangun," tulis laporan Daily Star.
Rumah Abramovich hanya berjarak beberapa langkah dari kediaman Pangeran William. Tanah tersebut milik Crown Estate dan Abramovich menyewanya selama 125 tahun.
Tagihan sewa yang perlu dibayarkan Abramovich adalah 10 ribu poundsterling (Rp 186 juta) per tahun. Nilai itu dilaporkan akan meroket hingga 160 ribu poundsterling (Rp 2,9 miliar) per tahun.
Ditemukan Bukti Baru Dugaan Korupsi Roman Abramovich
BBC mengeklaim telah menemukan bukti baru tentang dugaan kesepakatan korup yang membuat Abramovich kian kaya raya. Ia disebut-sebut menghasilkan miliaran dolar AS setelah membeli perusahaan minyak, Sibneft yang sekarang bernama Gazprom Neft, dari Pemerintah Rusia dalam lelang yang dicurangi pada 1995.
Abramovich disebut membayar sekitar USD 250 juta (sekitar Rp 2,5 triliun), sebelum menjualnya kembali ke Pemerintah Rusia seharga USD 13 miliar (Rp 186 triliun) pada 2005. Akan tetapi, pengacara taipan Rusia itu sempat menampik tuduhan tersebut.
Namun akhirnya, Abramovich mengaku juga di pengadilan Inggris bahwa dia melakukan pembayaran korup untuk membantu menyelesaikan kesepakatan Sibneft. Dia digugat di London oleh mantan rekan bisnisnya, Boris Berezovsky, pada 2012.
Akan tetapi kala itu, Roman Abramovich menang di pengadilan. Ia menjelaskan bagaimana kecurangan lelang Sibneft untuk keuntungannya dan bagaimana dia memberi Berezovsky sebesar USD 10 juta (setara Rp 143,1 miliar) untuk membayar pejabat Kremlin, kediaman resmi Presiden Rusia.
Kini, BBC Panorama mengeklaim telah memperoleh dokumen yang diduga telah diselundupkan keluar dari Rusia dari sumber rahasia. Isinya diam-diam disalin dari file yang disimpan di Abramovich oleh lembaga penegak hukum Rusia.
Isi dokumen tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Rusia dicurangi dari USD 2,7 miliar (sekitar Rp 38,6 triliun) dalam kesepakatan Sibneft, klaim yang didukung oleh penyelidikan parlemen Rusia tahun 1997. Dokumen itu juga mengatakan bahwa pihak berwenang Rusia ingin menuntut Abramovich atas penipuan.
"Penyelidik Dept of Economic Crimes sampai pada kesimpulan bahwa jika Abramovich dapat dibawa ke pengadilan, dia akan menghadapi tuduhan penipuan oleh kelompok kriminal terorganisir," kata sumber itu kepada BBC.
******
Kuis kumparanBISNIS hadir lagi untuk bagi-bagi saldo digital senilai total Rp 1,5 juta. Kali ini ada kuis tebak wajah, caranya gampang! Ikuti petunjuknya di LINK INI. Penyelenggaraan kuis ini waktunya terbatas, ayo segera bergabung!
