Kumparan Logo

Repsol Mau Kebut Produksi Gas di Sakakemang dalam 3 Tahun

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar. Foto: Wendiyanto/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar. Foto: Wendiyanto/ kumparan

Perusahaan minyak dan gas asal Spanyol, Repsol, ingin mempercepat produksi gas Sumur Kaliberau (KBD) di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan dalam 3 tahun. Temuan cadangan migas di blok ini terhitung sejak Agustus 2018 lalu.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar mengatakan, janji Repsol bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Sebab, di sekitar lokasi penambangan sudah ada infrastruktur gas yang terbangun.

"Ada pemikiran discovery itu sampai produksi sampai puluhan tahun. Ini kita lagi coba agar ini jadi discovery sampai produksi gas itu 3 tahun. Bagaimana caranya? Kita terang beruntung karena di South Sumatera sudah ada gas pipeline ada yang 30 inci, 32 inci, dan lainnya, sehingga cukup dekat untuk dialirkan," kata Sukandar di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (30/4).

Selain itu, di sekitar wilayah Blok Sakakemang, jarak dari sumur eksisting dengan penemuan cadangan baru cuma 25 kilometer. Kondisi ini, kata dia, membuat pemisahan kandungan C02 tidak terlalu sulit dilakukan dan masuk akal jika dikerjakan 3 tahun.

Sementara untuk konstruksi sampai produksi, menurut hitungannya butuh waktu 30 bulan. Dengan kondisi ini, kata Sukandar, perusahaan juga tak perlu bingung dengan calon pembeli gas dari Blok Sakakemang. Sebab, dia mengklaim sudah ada beberapa calon pembeli potensial di sekitar blok, di antaranya ada pabrik pupuk dan Kilang Dumai yang membutuhkan gas.

"Memang hari ini masih dipasok oleh ConocoPhilips, namun kami lihat masih ada potensi termasuk konsumen industri di Jawa Barat, karena sudah ada pipa dari Selat Sumatera oleh PGN. Jadi 3 tahun apakah mungkin? Sangat memungkinkan," kata dia.

embed from external kumparan

Sementara itu, Deputi Perencanaan SKK Migas Jafee Arizon Suardin mengatakan untuk discovery hingga produksi hulu migas depannya, termasuk di Blok Sakakemang, SKK Migas memprioritaskan untuk menggunakan fasilitas yang ada di sekitar wilayah kerja.

"Kita sudah cari jalan supaya fasilitas yang available di sekitar discovery bisa digunakan bersama, itu first priority. Kalau enggak bisa, baru mungkin nanti bangun yang perlu dibangun seminimal mungkin, baru nanti ke alternatif berikutnya yang harus dibangun bersamaan. Jadi tidak harus early production, tapi kita lihat sekitar ada yang bisa dipakai atau enggak," kata dia.

Sebelumnya, CEO Repsol Josu Jon Imaz menyatakan keinginan untuk mempercepat produksi migas dari Blok Sakakemang dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Kantor Repsol di Spanyol pada Rabu (24/4).

Temuan Repsol ini disebut-sebut sebagai cadangan gas terbesar dalam 18 tahun. Cadangan gas bumi di blok ini sekitar 2 Triliun Cubic Feet (TCF) yang ditemukan di kedalaman sekitar 2.430 meter.

Pada tahun 2004 silam, di kawasan tersebut pernah dieksplorasi di kedalaman yang sama. Hanya saja cadangan gas yang ditemukan kurang sesuai. Ternyata ada di sebelahnya yang lebih bagus cadangannya, yakni di KBD 2X.

Adapun lokasi KBD 2X berlokasi di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. KBD 2X merupakan sumur eksplorasi kedua yang saat ini dibor oleh Repsol.

Temuan ini merupakan salah satu dari 10 area potensi yang direkomendasikan SKK Migas. Adapun 10 lokasi tersebut antara lain Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Offshore Tarakan, Makassar Strait, Kutai Offshore, Timur Laut Jawa, Buton Offshore, Papua, Bird Body Papua, dan Warim Papua.