Kumparan Logo

Repsol Temukan Potensi Cadangan Gas di WK Sakakemang

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memasuki area kilang LNG Badak di Bontang, Kalimantan Timur. Foto: Dok. ESDM
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memasuki area kilang LNG Badak di Bontang, Kalimantan Timur. Foto: Dok. ESDM

Perusahaan minyak dan gas asal Spanyol, Repsol, menemukan potensi cadangan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Sakakemang, Sumatera Selatan. Temuan ini berada di sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) yang berada 60 km dari lapangan gas raksasa Suban.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, temuan potensi cadangan ini cukup signifikan. Tapi dia belum bisa menyebutkan berapa volumenya.

"Kami sampaikan informasi potensi temuan di WK Sakakemang. Kita sebutkan potensinya cukup signifikan meskipun saat ini belum bisa menyebutkan angkanya," kata Dwi dalam konferensi pers di Wisma Mulia, Jakarta, Senin (18/2).

Dwi mengatakan, sumber daya yang ditemukan di sana lebih banyak berupa gas. Namun dia belum bisa menyebutkan jumlah temuan cadangannya karena masih dalam proses tes.

Pengoboran di sumur KBD2X dilakukan Repsol bersama dua anggota konsorsium yakni Petronas dan Mitsui Oil Exploration. Pengerjaan Repsol di WK Sakakemang dilakukan setelah perusahaan membeli operator sebelumnya, Talisman, pada 2015.

Sejak itu, Repsol mengakselerasi kegiatan eksplorasi. Tahun lalu, perusahaan memutuskan untuk melakukan pengeboran ke-2 di dalam WK Sakakemang.

Director Regional Exploration-Eastern Hemisphire Repsol Simone Sciamanna mengatakan untuk mempercepat potensi cadangan di sana, tahun ini perusahaan bakal melakukan appraisal well.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto rapat kerja bersama komisi VII DPR RI, Senin, (11/2). Foto: Jamal Ramdhan/kumparan

"Kita akan bor appraisal well tahun ini untuk akses potensi lebih jauh lagi. Nanti akan bangun plant untuk produksi. Kita akan tes, ini komitmen kita untuk percepat," ujarnya.

Setelah tes selesai, selanjutnya perusahaan bakal melakukan Plan of Development (POD). Tapi, jadwalnya masih belum pasti karena masih dalam taraf eksplorasi.

Menurut dia, perusahaan akan mengebor KBD2x untuk basement-nya. Sementara KBD1X sudah dibor operator lama.

"Kita lihat dari testing yang KBD2X dan KBD3X. Kalau dua sumur ini sudah bisa memvalidasi perkiraan, sudah yang kita identifikasi di awal mungkin dua sumur saja sudah cukup," tambah Dwi.

Sejak 10 Februari hingga beberapa hari ke depan, Repsol akan melakukan tes produksi dengan hasil sementara laju alir test: 45 mmscfd. Keberhasian sumur KBD2X Ini akan membukan ekplorasi dengan target ke sumur yang lain di Sumatera Selatan hingga ke Sumatera Tengah.