Resep Blue Bird Sukses Raup Laba Rp 364 M, Melejit Dibanding Capaian Pra-pandemi
·waktu baca 2 menit

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia menumbangkan sektor transportasi. Tahun 2022, PT Blue Bird Tbk (BIRD) meraup laba bersih Rp 364 miliar. Capaian itu bahkan lebih bagus dibanding masa pra-pandemi 2019 sebesar Rp 317 miliar.
Wakil Direktur PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono membeberkan strategi dan 'resep' Blue Bird bisa comeback setelah diterjang pandemi COVID-19.
"Kita melakukan review ulang apa yang bisa kita efisiensikan dan efektifkan berdasarkan aset yang kita punya, baik teknologinya, kendaraan, infrastruktur dan segala macam. Itu yang membuat kita beroperasi lebih efisien," kata Andre saat berbincang dengan kumparan di Jakarta, Kamis (13/4).
Blue Bird juga melakukan pemanfaatan pada aset-aset yang dimiliki. Strategi ini sukses membuka sumber-sumber pendapatan baru.
"Additional revenue yang kita generate dari beberapa jenis revenue stream baru ini kontribusinya lumayan," jelas dia.
Bluebird saat ini beroperasi di 18 kota besar di Indonesia, didukung oleh 54 depo yang tersebar secara nasional. Per akhir tahun 2022, Perseroan mengoperasikan lebih dari 20 ribu armada, naik 4,4 persen dibandingkan tahun 2021 yang mencakup semua segmen taksi Bluebird.
Sasar Target Lebih Besar di Tahun 2023
Andre mengatakan, Blue Bird menargetkan Perseroan dapat meraih laba lebih besar lagi di tahun 2023 ini. Namun ada beberapa faktor yang diantisipasi seperti kondisi resesi ekonomi global.
"Situasi di awal tahun ini ada resesi. AS akan masuk resesi setelah jatuhnya bank bank besar global. Ini katanya ada domino efek. Target itu bisa tercapai tergantung pada ekonominya. Tapi kitanya siap untuk performa yang lebih baik," kata Andre.
Kesiapan tersebut, meliputi kesiapan finansial, kesiapan teknologi, hingga kesiapan pelayanan Blue Bird yang semakin andal.
"Dari situ kita optimis, kalau tidak ada resesi harusnya kita bisa mencapai target yang jauh lebih baik," pungkasnya.
