Kumparan Logo

Resepsi Pernikahan Dilarang Saat PPKM Darurat, Petani Bunga Rugi Puluhan Juta

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Petani Bunga. Foto: REUTERS/Mike Blake
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Petani Bunga. Foto: REUTERS/Mike Blake

Para petani bunga di Batu, Malang, Jawa Timur harus menelan kerugian di masa PPKM Darurat. Hasil panen bunga yang biasanya laris manis terjual untuk resepsi pernikahan kini banyak terbuang.

Salah satu petani bunga sekaligus supplier pemilik Pro Florist Batu, Jumadi, mengungkapkan rata-rata petani mengalami kerugian puluhan juta akibat sepinya orderan bunga lantaran resepsi pernikahan dilarang sejak PPKM Darurat.

"Kalau dirupiahkan, kerugian sekitar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta dari petani saja, kami juga sebagai supplier kan mau enggak mau harus bayar (bunga petani)," katanya saat dihubungi kumparan, Selasa (27/7).

Dia menceritakan, di masa normal sebelum ada pandemi, omzet penjualan bunga untuk dekorasi bisa mencapai Rp 50 juta sampai Rp 80 juta dalam seminggu. Bahkan, di bulan besar menurut perhitungan Jawa seperti pertengahan Juli dan pertengahan Agustus, omzet penjualan bunga dekorasi khususnya untuk resepsi pernikahan bisa mencapai tiga kali lipat atau tembus ratusan juta.

"Kalau sekarang seret, pas awal-awal minggu ini yang sebenarnya masuk minggu bulan besar, baru kejual 10-20 persen saja dari hasil panen," ungkapnya.

Dia pun bersama petani lainnya di Batu umumnya memilih menghancurkan bunga hasil panen untuk dijadikan pupuk. Langkah ini dinilai lebih bermanfaat daripada harus layu begitu saja.

"Tapi petani Batu itu orangnya adem-adem kok, dalam kondisi seperti ini rata-rata orang di sini mungkin mengeluh 1-2 orang, tapi mau bagaimana lagi. Sudah terjadi ya sudah," katanya pasrah.

kumparan post embed

Sebelumnya, Sebuah video berisi para petani bunga viral di TikTok. Dalam video yang diunggah akun Mitra Flower, memperlihatkan kekecewaan mereka yang orderannya sepi gara-gara PPKM Darurat.

Akun tersebut juga menuliskan caption PPKM adalah Para Petani bunga Kembali Menangis lantaran di masa PPKM Darurat (yang sekarang disebut PPKM Level 4), banyak pesanan bunga dibatalkan. Mereka pun terpaksa melebur bunga hasil panen menjadi pupuk dan pakan ternak sapi.

"Kami berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi," tulis akun Mitra Flower, dikutip kumparan, Senin (26/7).

Dihubungi kumparan, Mitra Flower pun menjelaskan para petani bunga yang viral dalam video tersebut terjadi di Batu, Malang. Petani harus gigit jari karena orderan bunga dari kebun mereka banyak yang tidak terjual.

Mitra Flower merupakan usaha jasa dekorasi pernikahan di Surabaya, Jawa Timur, yang banyak menggunakan bunga dari Batu.

"Itu para petani bunga langganan kita di Batu. Videonya baru-baru ini, dua mingguan lalu karena prediksinya orderan ramai, tapi malah ada PPKM Darurat," kata Owner Mitra Flower Sumitro saat dihubungi kumparan.

embed from external kumparan