Kumparan Logo

Resesi Ekonomi Ancam Dunia, Investor Ritel Jadi Penopang Kuatnya Pasar Modal RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bermain saham. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bermain saham. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Direktur Utama PT MNC Sekuritas, Susy Meilina, mengamati jumlah investor ritel di Indonesia masih sedikit. Kendati demikian, ia optimistis pasar modal bisa bertahan di tengah ancaman resesi global tahun 2023.

"Tentunya sangat optimis, pasar modal Indonesia secara historical sangat baik. Kita tahu bahwa semakin banyak investor ritel, itu bisa sangat support pasar modal Indonesia," kata Susy dalam Capital Market Summit and Expo (CMSE) BEI virtual, Sabtu (15/10).

Susy mengatakan Indonesia masih positif, ditandai dengan inflasi yang terjaga dibandingkan Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Meskipun Indonesia bisa terkena gejolak ekonomi global, ia memperkirakan dampaknya tidak begitu parah.

“Tahun ini kita lihat saham-saham energi growth bisa 80-90 persen. Di tahun 2023 yang ditakuti orang inflasi dan macam-macam, saya melihat fundamental dari basis ekonomi Indonesia sangat kuat,” tuturnya.

Susy menyebut investor ritel saat ini mendapat berbagai keuntungan, yaitu akses informasi yang murah dan mudah. Pembukaan rekening terjangkau dan praktis, mulai dari Rp 100.000.

“Banyak ilmu gratis dan kelas edukasi secara online. Komunitas pasar modal juga meningkat,” ujar Susy.

Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kelebihan yang diperoleh investor ritel lainnya, lanjut Susy, adalah variasi produk sesuai kebutuhan. Contohnya, ada produk syariah, tabungan saham, reksa dana, obligasi, dan lain-lain.

“Proses investasi praktis dan serba online (transaksi di satu aplikasi. Milenial harus kenali dan pilih instrumen investasi, mulai dengan modal kecil dan tingkatkan secara bertahap,” tambahnya.

Susy meminta investor ritel untuk disiplin investasi dengan rutin membeli saham setiap bulan. Investasi perlu difokuskan pada saham market leader yang memiliki fundamental dan kinerja keuangan yang baik, serta likuiditas yang terjaga dengan baik di pasar.