Resmi Diluncurkan, Volume Transaksi Perdagangan Bursa Karbon Capai 41,822 tCo2e

20 Januari 2025 11:22 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Caption: Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi membuka perdagangan bursa karbon internasional pada Senin (20/1). Dok: kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Caption: Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi membuka perdagangan bursa karbon internasional pada Senin (20/1). Dok: kumparan.
ADVERTISEMENT
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi membuka perdagangan bursa karbon internasional pada Senin (20/1). Perdagangan bursa karbon internasional ini sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 98 tahun 2021 terkait Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.
ADVERTISEMENT
Selain itu peresmian ini sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 21 tahun 2022 terkait Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon, Indonesia memiliki komitmen dalam mengurangi emisi global dan mencapai net zero emission pada tahun 2060.
Direktur Utama BEI Imam Rachman mengatakan perdagangan bursa karbon di Indonesia menyampaikan saat ini memang jumlah peserta masih terbatas. Namun, ia melihat potensi yang sangat prospek ke depan dalam industri perdagangan bursa karbon.
Berdasarkan catatannya, tahun lalu, jumlah peserta yang terdaftar sebagai pengguna Carbon Essential Service telah mencapai 104 peserta, meningkat signifikan dari 16 peserta pada peluncuran IDX pada 26 September 2023.
"Baru-baru ini, IDX Carbon baru saja merayakan pencapaian luar biasa dengan memperingati 1 juta ton unit karbon pertama yang diperdagangkan secara komersial," kata dia mengutip Youtube IDX.
ADVERTISEMENT
Imam menambahkan salah satu faktor kunci keberhasilan ini adalah kontribusi dari Indonesia, perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa saham, dan anak perusahaannya.
"Minat mereka untuk membeli unit karbon mencapai sekitar 83 persen dari total volume perdagangan karbon," tambah dia.
Imam berharap perusahaan-perusahaan ini akan terus menjadi contoh, menginspirasi perusahaan dan bisnis lain di Indonesia untuk berpartisipasi aktif di pasar yang sedang tumbuh dan dinamis ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, peluncuran perdagangan bursa karbon internasional sebuah tonggak penting dalam upaya untuk mengatasi tantangan perubahan iklim untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung praktik-praktik yang berkelanjutan.
“OJK mengapresiasi upaya seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam memastikan keberhasilan implementasi inisiatif ini. Dedikasi tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mencapai target iklim nasional dan mempromosikan sistem perdagangan karbon yang kuat,” kata Mahendra di Gedung BEI, Senin (20/1).
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, OJK mengapresiasi upaya cepat dan terkoordinasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian terkait dalam memfasilitasi pembukaan perdagangan karbon internasional hanya tiga bulan setelah pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Upaya kolaboratif dari semua pemangku kepentingan dalam memastikan keberhasilan implementasi inisiatif ini menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mencapai target iklim nasional dan mendorong ekosistem perdagangan karbon yang kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau,” kata Mahendra.
Dalam pembukaan perdagangan awal berdasarkan data IDX Carbon Exchange, Senin (20/1) volume transaksi mencapai 41,822 ton CO2e.
Sebanyak 5 projek disahkan, 9 perdagangan yang disahkan, dan 9 jumlah pembeli. Adapun harga karbon IDTBSA atau Harga karbon Rp 96.000 per unit, dan harga karbon IDTBSA-RE Rp 144.000 per unit.
ADVERTISEMENT
Sebagai catatan, IDTBSA merupakan proyek solusi berbasis teknologi yang diotorisasi, lalu IDTBSA-RE adalah proyek solusi berbasis teknologi dengan energi terbarukan.