Kumparan Logo

Resmi Melantai di Bursa, Uni-Charm Raih Dana IPO Terbesar di 2019

kumparanBISNISverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pencatatan Perdana Saham PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) di Bursa Efek Indonesia.
 Foto:  Selfy Sandra Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pencatatan Perdana Saham PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) di Bursa Efek Indonesia. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Perusahaan sektor konsumer, PT Uni-Charm Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Uni-Charm Indonesia yang menjadi emiten ke 54 di 2019 ini mendapatkan kode emiten UCID.

“Dukungan dan sambutan yang diberikan oleh pasar modal Indonesia hingga kami dapat dicatatkan sahamnya di BEI merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. Dan pencatatan saham ini merupakan bukti komitmen Uni-Charm Indonesia kepada para stakeholders dan rekan usaha kami,” ungkap Direktur Utama Uni-Charn Yuji Ishii, Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (20/12).

Dalam aksi korporasi ini, keseluruhan saham yang dilepas berjumlah 831,31 juta atau setara 20 persen dari modal ditempatkan melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Pencatatan Perdana Saham PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) di Bursa Efek Indonesia. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Jumlah saham yang dilepas tersebut termasuk juga saham karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA) yang dialokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,70 juta saham atau sebanyak-banyaknya 0,04 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham perseroan.

Harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp 1.500 per saham. Dengan demikian, UCID meraup dana segar sebesar Rp 1,25 triliun dan menjadi IPO terbesar sepanjang 2019.

Pada pencatatan perdana ini, saham UCID naik 150 poin atau setara 10 persen ke level Rp 1.650. Saham UCID ditransaksikan sebanyak 64 kali dengan volume sebanyak 9.601 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 1,57 miliar.

Unicharm Silcot Sponge Touch Moisturizing Cotton. Foto: Dok. Silcot

Rencananya, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 64,6 persen akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal yaitu pembelian fasilitas produksi baru dan peremajaan fasilitas produksi yang sudah ada.

Selain itu, sekitar 20,6 persen digunakan untuk pembayaran utang dan 14,8 persen digunakan untuk modal kerja. Perseroan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas. Adapun, penjamin emisi efek yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tbk., PT Panin Sekuritas Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Uni-Charm Indonesia memiliki kegiatan usaha utama yakni produsen popok bayi, pembalut wanita, popok dewasa, dan tisu basah. Saat ini, perseroan mengoperasikan empat pabrik yang berlokasi di Karawang dan Mojokerto. Total kapasitas produksi sekitar 8 miliar produk per tahun dengan total rata-rata tingkat utilisasi sebesar 82 persen.