Respons Bank soal Penipuan Lewat Akun Bisnis, Imbau Nasabah Jaga Data Pribadi
·waktu baca 3 menit

Penipuan dengan modus pemalsuan nomor telepon dan informasi Google Business hingga mengubah lokasi di Google Maps menghantui masyarakat. Terbaru, akun Google Business sejumlah hotel dan restoran di Indonesia diretas.
Penipuan dengan pemalsuan informasi lewat akun bisnis juga bisa menyasar sektor perbankan. Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernardi, mengakui modus tersebut memang bisa terjadi di perbankan.
"Modus penipuan melalui perubahan profil atau informasi lokasi pada Google tersebut tidak hanya terjadi di BRI," ungkap Agustya kepada kumparan, Selasa (13/8).
Agustya menerangkan BRI telah berkoordinasi dengan pihak Google untuk mengantisipasi modus kejahatan yang terjadi. Ia memastikan sampai saat ini belum ada laporan kerugian dari nasabah BRI terkait penipuan dengan modus tersebut.
Agustya meminta para nasabah harus tetap menjaga kerahasiaan informasi data pribadi dan data perbankan. Selain itu, ia menegaskan BRI menggunakan saluran resmi website dan media sosial yang sudah terverifikasi.
“BRI hanya menggunakan saluran resmi website sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas dan sosial media (verified/centang biru),” jelas Agustya.
Senada, Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman, menyatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan kenyamanan nasabah. Upaya pencegahan sudah dilakukan Bank Mandiri.
“Sehubungan dengan adanya oknum yang mengaku sebagai perwakilan Bank Mandiri dan menyebarkan informasi nomor telepon palsu di pencarian kantor cabang Bank Mandiri, kami telah mengambil langkah-langkah preventif untuk mengatasi dan mencegah upaya penipuan yang mengatasnamakan Bank Mandiri," ujar Usman.
"Saat ini, kami telah bekerja sama dengan pihak berwenang serta platform digital terkait untuk memastikan keamanan dan kenyamanan nasabah,” tambahnya.
Usman meminta agar masyarakat selalu memastikan informasi dan melapor pada Bank Mandiri apabila menemukan hal yang mencurigakan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan selalu memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya serta melaporkan kepada Bank Mandiri jika menemukan informasi yang mencurigakan,” ungkapnya
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan sistem harus diperkuat. Sehingga penipuan dengan modus serupa tidak terjadi lagi.
“Kami sampaikan bahwa BCA telah melaporkan permasalahan ini ke platform terkait. Dari informasi yang kami terima, platform tersebut akan mengoreksi informasi yang tidak akurat, sekaligus menerapkan sistem supaya kejadian yang sama tidak berulang lagi ke depannya,” jelas Hera.
Hera juga menghimbau agar para nasabah tidak memberikan data yang bersifat rahasia ke pihak manapun. Beberapa data yang dimaksud adalah Personal Identification Number (PIN), One Time Password (OTP), Password, Response KeyBCA, Card Verification Code (CVC) atau Card Verification Value (CVV).
