Respons Pengusaha Peternakan soal 1.247 Sapi di Jatim Terinfeksi Wabah PMK
ยทwaktu baca 2 menit

Pengusaha peternakan sapi potong sudah mengetahui adanya Penyakit Mulut Kuku (PMK) yang telah menginfeksi 1.247 ekor ternak sapi di Jatim. Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano, mengatakan masih mengumpulkan informasi yang jelas mengenai penyakit tersebut.
Berdasarkan Surat Edaran Dinas Peternakan Pemprov Jatim No 524.3/5201/122.3/2022 tentang Laporan Kejadian Penyakit Menular Akut Pada Ternak di Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jatim, ada empat wilayah yang sudah terdeteksi PMK yaitu di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto.
"Informasinya masih simpang siur. Ada yang bilang masih dugaan," kata Joni saat dihubungi, Jumat (6/5).
Joni belum bisa bicara banyak mengenai dampak adanya PMK ke para peternak sapi. Ia berharap kondisinya tetap baik-baik saja. Joni mengungkapkan pihaknya saat ini juga masih menunggu arahan dari Kementerian Pertanian (Kementan) terkait wabah PMK.
"Saya juga lagi tunggu konfirmasi dari Ditjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kementan tentang berita ini. Belum (ada komunikasi dengan Kementan), mungkin karena masih libur," ujar Joni.
Direktur Jenderal PKH Kementan Nasrullah mengatakan pihaknya belum mau mengkonfirmasi terkait temuan PMK yang menginfeksi ribuan sapi di Jatim. Ia hanya menyebut, hasil dari temuan tersebut masih berupa indikasi wabah PMK untuk ternak. Dia berkata, meski begitu, Kementan sedang melakukan upaya identifikasi dan investigasi.
"Indikasi dan saat ini lagi diperiksa di laboratorium sampel yang ada, dan tim Kementan sudah ada di lapangan memantau kondisi tersebut," ujar Nasrullah saat dihubungi kumparan, Jumat (6/5).
Kendati demikian, Nasrullah tidak menjelaskan secara spesifik upaya selanjutnya setelah melakukan identifikasi wabah tersebut. Dia menjelaskan, semua upaya pembatasan penyebaran PMK ternak dilakukan sesuai hasil identifikasi.
"Tergantung hasil identifikasinya, yang jelas Kementan melakukan langkah darurat, temporary dan permanen," jelasnya.
PMK adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90 sampai 100 persen dan dianggap bisa menimbulkan kerugian ekonomi sangat tinggi.
Tanda klinis wabah tersebut adalah demam tinggi (39-410c), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.
