Kumparan Logo

Respons Pramono soal Pedagang District Blok M Angkat Kaki karena Sewa Mahal

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat diwawancarai wartawan usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional di Pemprov Jakarta, di Balaikota Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat diwawancarai wartawan usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional di Pemprov Jakarta, di Balaikota Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Ramai kios di District Blok M, Jakarta Selatan, kosong karena ditinggalkan oleh pedagang. Hal ini terjadi imbas sewa kios yang tinggi, sehingga para pedagang yang kebanyakan UMKM tersebut, tak sanggup lagi berjualan di sana.

Kabar itu sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menyebut, memang ada kerja sama antara pedagang dengan pengelola kios yakni pihak PT MRT Jakarta. Namun tarif sewa yang ditarik melebihi aturan batas tarif.

"Memang ada kerja sama antara MRT dengan salah satu koperasi yang ada di sana. Dalam kerja sama itu sebenarnya batas atas untuk tarif sudah dikenakan, ada batas bawah dan ternyata tarif yang dipungut lebih dari itu," ujar Pram kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/9).

Suasana pertokoan di District Blok M, Jakarta tampak lenggang, Rabu (3/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Atas kejadian itu, Pram menegur Dirut MRT, Tuhiyat. Dia menekankan jika kerja sama dengan pedagang tak dapat dijalankan dengan semestinya, sebaiknya dibatalkan.

Saya sudah menegur dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerja samanya, maka saya minta untuk dibatalkan," kata Pram.

Pram menegaskan pengelola tidak boleh semena-mena menaikkan harga sewa hanya karena toko di District Blok M ramai. UMKM, kata dia, menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta saat ini, terutama efek demo berhari-hari.

"Jadi kalau tidak bisa ditertibkan, saya minta untuk dibatalkan, lebih baik dikelola sendiri," tegas Pram.

Suasana pertokoan di District Blok M, Jakarta tampak lengang, Rabu (3/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan