Kumparan Logo

Respons Sri Mulyani yang Disebut Akan Tetap jadi Menteri

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Nama Sri Mulyani dinyatakan akan tetap bertahan di kabinet pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi pada periode kedua ini. Hal tersebut diungkapkan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.

Saat mintai tanggapan hal tersebut, Sri Mulyani tak memberikan tanggapan. Ia bahkan menunjukkan ekspresi kaget dan sedikit tersenyum.

"Sudah ya," kata Sri Mulyani sembari berlalu, usai menyampaikan pernyataan pers terkait RAPBN 2020 di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (16/8).

Sebelumnya, Buya Syafii menyatakan Sri Mulyani akan tetap menjadi menteri. Hal itu disampaikan, seusai bertemu dan berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK menjenguk Buya, di kediamannya di Nogotirto, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/8).

“(Yang) disebut-sebut itu menteri ekonomi terbaik, Sri Mulyani. Tapi enggak tahu apa dia jadi menko, apa tetap menteri keuangan. Baru itu disebut,” katanya menjawab pertanyaan wartawan terkait perbincangannya dengan JK, adakah yang terkait dengan pembentukan kabinet baru.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) bersama Gubermur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) menjenguk KH Syafii Maarif di Yogyakarta. Foto: Dok. Setwapres

Dalam perbincangan soal formasi kabinet baru itu, Buya mengaku, tak merekomendasikan nama-nama tertentu. “Saya tidak menyebut orang. Pokoknya serahkan kabinet yang profesional tapi jangan anti partai,” imbuhnya.

Menurut dia, profesional seperti Sri Mulyani yang dia maksud itu bukan anti-partai tapi bisa saja memilih orang-orang partai yang profesional, yang punya integritas.

“(Harus punya jiwa) petarung juga, ya. Jadi jangan ‘yes yes yes’ saja, tapi (harus) betul-betul memberikan masukan ke presiden yang benar berdasarkan fakta,” tandas mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.

embed from external kumparan