Revitalisasi Benteng Pendem 93 Persen, PUPR Target Diresmikan Jokowi Akhir 2022

27 Juli 2022 14:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Progres revitalisasi Benteng Pendem Van Den Bosh, Ngawi, Jawa Timur. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Progres revitalisasi Benteng Pendem Van Den Bosh, Ngawi, Jawa Timur. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian PUPR menargetkan wajah baru Benteng Pendem Van Den Bosh bisa diresmikan Presiden Jokowi akhir tahun 2022. Saat ini, progres revitalisasi Benteng Pendem sudah mencapai 93 persen.
ADVERTISEMENT
Dalam kunjungan melihat proses finishing salah satu cagar budaya ini, Kepala BPPW Jawa Timur Ditjen Cipta Karya PUPR Muhammad Reva mengungkapkan, sisa pekerjaan yang 7 persen tinggal meliputi pembangunan toilet umum, landscape, dan pedestrian.
"Target akhir Desember 2022 selesai. Kalaupun Oktober atau November didatangi, dikunjungi (Jokowi) atau diresmikan kami siap," ujar Reva di Benteng Pendem, Rabu (27/7).
Benteng yang dibangun tahun 1839-1849 era Belanda ini, sebelumnya sudah dalam kondisi tak terawat. Perbaikan kemudian dilakukan setelah Presiden Jokowi mengunjungi bangunan ini pada tahun 2019. Kontrak pembangunan kemudian dimulai pada Desember 2020.
"Insyaallah nanti busa diresmikan Pak Presiden bersama Pasar Ngawi, karena beliau juga yang menginisiasi pembangunan revitalisasi," ujar Reva.
Benteng ini memiliki luas kawasan inti 5 hektar ditambah 10 hektar kawasan secara keseluruhan. Di dalam benteng, terdapat 13 bangunan yang diperbaiki tanpa menghilangkan ciri fisik bangunan asli.
ADVERTISEMENT
Revitalisasi Benteng Pendem Telan Anggaran Rp 130 Miliar
Reva menuturkan, pengerjaan revitalisasi dilakukan PT Nindya Karya sebagai penyedia jasa dengan PT Virama Karya sebagai konsultan.
Adapun proses peremajaan ini menelan anggaran Rp 130 miliar. "Jadi total investasi hampir Rp 127 miliar, dengan total pengelolaan Rp 130 miliar," pungkasnya.
Nantinya, benteng diharapkan bisa menjadi cagar budaya berkonsep wisata heritage dan pendidikan.
"Selain pemanfaatan, keberlanjutan kami harapkan bisa dikelola dengan baik," ujar Reva.