Revitalisasi Pabrik, Krakatau Steel Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun

Perusahaan produsen baja milik negara, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tahun ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) USD 555,7 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun (kurs Rp 13.500). Dana tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan.
Menurut Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setyadi, capex tahun ini dianggarkan untuk melanjutkan proyek yang telah digarap tahun lalu. Selain itu belanja modal juga akan digunakan untuk revitalisasi pabrik dan perbaikan.
"Capex ini penambahan market, ekspansi pasar ke luar dengan peningkatan kualitas SDM dan pematangan strategi dan lain sebagainya," kata Mas Wig usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (18/4).
Mas Wig berharap dengan adanya penambahan market bisa mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan di tahun ini. Sebab, perusahaan hingga sekarang belum mencatatkan keuntungan sejak 2012.
Sepanjang 2017 perusahaan mencatatkan kerugian sebesar Rp 1,15 triliun. Rugi tersebut turun 54,90% dibandingkan rugi di tahun 2016 sebesar Rp 2,55 triliun.
"Target pertumbuhan 2018 kalau mengacu pada RKAP kami, pertumbuhannya 7% jadi hampir 2% di atas target pertumbuhan ekonomi nasional. Kami menargetkan peningkatan penjualan tahun ini tumbuh 40%," ujarnya.
