RI Akan Ekspor 4 Pesawat Baru ke Asia dan Afrika di 2019

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) akan kembali mengekspor 4 unit pesawat ke luar negeri hingga 2019. Setelah mengekspor dua unit pesawat ke Filipina dan tiga unit pesawat ke Vietnam, produsen pesawat yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini sudah mengantongi kontrak perjanjian untuk mengekspor pesawat ke Thailand, Senegal dan Nepal.
Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro mengatakan pengadaan pesawat untuk Angkatan Udara di beberapa negara tadi bisa meningkatkan hubungan bilateral ke masing-masing negara. Untuk ekspor pesawat ke pemesannya di Asia dan Afrika, PTDI akan mengirimkan mulai awal tahun 2019 mendatang.
“Kita akan ekspor sebanyak 2 pesawat jenis NC 212i ke Thailand. Sementara untuk ke Senegal dan Nepal itu mereka mintanya CN 235-200,” katanya saat ditemui di Hanggar Rotary Wing, Kawasan Produksi II PTDI di Bandung pada Rabu (12/09).
Secara rinci, perseroan hingga saat ini sudah mengantongi Kontrak Berjalan Ekspor 2 unit NC212i (Light Lift Fixed Wing Aircraft / LLFWA) untuk Angkatan Bersenjata Filipina dan 3 unit NC212i Miltrans untuk Angkatan Udara Vietnam dengan total nilai kontrak sebesar USD 35,53 Juta. Pesawat tersebut sudah dikirim ke pemesannya.

“Pesawat CN235-220 akan dibeli oleh negara-negara antara lain Pantai Gading, Australia, Senegal, dan Nepal. Sedangkan untuk pesawat NC212i akan kembali dibeli oleh Filipina dan Senegal”, katanya lagi.
Untuk periode 2018-2020, perseroan telah mengantongi Kontrak Berjalan Ekspor berupa 2 unit pesawat NC212i Paratroop version untuk Kementerian Pertanian Thailand senilai USD 25,2 juta, 1 unit CN235 -220 Troop & Paratroop version untuk Tentara Nepal senilai USD 30,4 juta, dan 1 unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal senilai USD 24,1 juta. Sehingga, total nilai kontrak yang dikantongi perseroan untuk periode 2018 hingga 2020 tercatat sebesar US$ 79,80 juta.
“Beberapa startegi kami lakukan dalam mendorong penjualan ekspor antara lain sinergi dengan para stakeholder dan juga bekerjasama dengan financial institution untuk kebutuhan pendanaan kami," tutup Elfien.
