Kumparan Logo

RI Bakal Ekspor Perdana Beras 2.280 Ton untuk Haji, Bulog Bangun Gudang di Saudi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menata karung beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menata karung beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan Indonesia akan mengekspor beras ke Arab Saudi untuk keperluan jemaah haji. Jumlah yang akan diekspor pada periode haji tahun ini adalah 2.280 ton.

Zulhas mengatakan pengiriman beras dari Indonesia ke Arab Saudi kali ini merupakan ekspor perdana.

“Perdana ya, untuk perdana ini kira-kira 2.280 ton ya, nanti lanjut akan Malaysia dan lain-lain. Tanggal 28 ini kira-kira sudah akan diberangkatkan,” kata Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan total nilai ekspor beras ke Arab Saudi sebesar Rp 150 miliar. Nantinya Bulog akan mengirim beras dari Pelabuhan Tanjung Priok ke pelabuhan Jeddah, setelah itu beras akan menjadi domain importir di sana.

“Sampai di Pelabuhan Jeddah itu ditanggung oleh importir, ada dua importir. Angkanya sekitar Rp 150 miliar (2.280 ton),” kata Rizal ditemui di tempat yang sama.

Ekspor beras untuk keperluan haji akan dilakukan dalam dua tahap, pertama pada 28 Februari khususnya untuk memenuhi kebutuhan petugas haji yang lebih dulu sampai di Arab Saudi. Kemudian tahap kedua pada 4 Maret 2026.

Rizal memastikan pengapalan dari Pelabuhan Tanjung Priok ke pelabuhan di Jeddah paling cepat selama satu bulan satu minggu dan paling lambat selama satu bulan setengah.

Bulog Akan Bangun Gudang di Arab Saudi Kapasitas 1.000 Ton

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Kemenko Pangan, Senin (9/2/2026). Foto: Widya/kumparan

Dalam kesempatan yang sama Rizal juga membeberkan progres rencana pembangunan gudang beras di Arab Saudi. Dia memastikan Bulog telah survei lahan pembangunan gudang dengan luas 2-3 hektare dan berkapasitas minimal 1.000 ton.

“Belum di land clearing, (tempatnya) di Kampung Haji, nanti menjadi kawasan berikat rencananya. Jadi kawasan berikat jadi itu tidak kena pajak, lebih cepat lagi bagus, as soon as possible. (Kapasitas) Ya minimal 1.000 ton satu gudang,” tutup Rizal.

Sebelumnya Rizal mengusulkan agar Bulog dibuatkan gudang untuk menyuplai beras secara berkelanjutan. Dia berharap sepanjang Indonesia swasembada pangan, ekspor beras ke Arab Saudi untuk keperluan jemaah haji akan terus berlanjut.

Dengan demikian, Indonesia tidak perlu lagi menggunakan beras asal Thailand dan Vietnam.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji, kami mohon diberikan space di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan, untuk bisa bangun gudang Bulog di sana. Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,” katanya di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (9/2).

Dua Ritel Besar Arab Saudi Tertarik Jual Beras Asal RI

Dua ritel beras yang tertarik untuk menjual beras asal Indonesia. Dua ritel tersebut adalah BinDawood dan LuLu Hypermarket.

Beras asal Indonesia diminati masyarakat lokal sana, sehingga hal ini menarik minat pengusaha Arab Saudi untuk mengimpor beras asal Indonesia. Setiap tahun estimasi orang Indonesia yang mengunjungi tanah suci sebanyak 2 juta.

“Oleh karena itu banyak pengusaha-pengusaha sana yang tertarik untuk setelah nanti ada ekspor beras haji akan dilanjutkan dengan ekspor beras umroh

Dia memastikan BinDawood dan LuLu Hypermarket juga merupakan dua jaringan ritel yang akan menyerap beras asal Indonesia untuk keperluan periode haji.

“Di antaranya untuk ritel-ritel modern yang sudah konfirmasi adalah dari BinDawood dan LuLu. Ini sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji,” tuturnya.

Mengutip laman resminya, BinDawood merupakan salah satu merek ritel bahan makanan di Arab Saudi yang didirikan pada 1984. Kini jaringan ritel ini memiliki 24 hypermarket dan supermarket yang mudah diakses di seluruh Arab Saudi, khususnya sekitar Mekkah.

Mengutip laman resminya, LuLu Hypermarket merupakan divisi ritel dari LuLu Group International yang multidimensi dan multinasional, selalu dikenal sebagai pelopor tren industri ritel di Uni Emirat Arab (UEA).

Saat ini, ada lebih dari 260 toko LuLu Hypermarket yang tidak hanya tersebar di kota-kota UEA, tetapi juga telah menjadi destinasi belanja paling disukai di GCC, Mesir, India, india, dan Malaysia.

instagram embed