RI Belum Punya Kapal Penyelamat Kru KRI Nanggala, Harganya Bisa Rp 5,8 Triliun

Indonesia masih belum memiliki kapal hingga alat evakuasi khusus untuk penyelamatan awak kapal selam. Alhasil, Indonesia meminta bantuan negara tetangga dan sahabat yang memiliki kapal dan alat khusus penyelamat kapal selam KRI Nanggala 402. Singapura, Malaysia hingga India telah mengirimkan kapal dan alat rescue kapal selam milik mereka.
Kapal rescue kapal selam milik Singapura, MV Swift Rescue tiba paling awal pada Sabtu (24/4) tengah malam setelah menempuh perjalanan 1.500 km di perairan utara Bali. Mengutip situs Naval Technology, Minggu (25/4), kapal evakuasi ini dibangun oleh perusahaan galangan kapal lokal Singapura, ST Marine. Kapal yang diluncurkan tahun 2008 itu menelan biaya pembangunan USD 400 juta atau setara Rp 5,8 triliun. MV Swift Rescue dilengkapi dengan kapal selam 'mini' penyelamat atau Deep Search and Rescue Six (DSAR 6) untuk evakuasi awak kapal selam. Kapal selam DSAR 6 yang diawaki 2 operator ini mampu membawa dan menyelamatkan maksimal 17 kru dalam sekali proses evakuasi bawah air. Jangkauan evakuasi mencapai kedalaman 500 meter di bawah air.
Selanjutnya, para awak kapal selam yang berhasil dievakusi, bisa ditampung di fasilitas/ ruang dekompresi di dalam kapal dengan kapasitas 40 orang. Selain itu, kapal MV Swift Rescue juga memiliki fasilitas robot bawah air (ROV system) yang berfungsi untuk menentukan lokasi pasti kapal selam. Dengan panjang 85 meter dan lebar 18,3 meter, kapal evakuasi ini memiliki fasilitas helipad untuk helikopter.
Jika Indonesia berencana membeli kapal jenis ini, bakal mengambil 4,42 persen dari total pagu anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2021 yang sebesar Rp 131 triliun.
****
Saksikan video menarik di bawah ini:
