Kumparan Logo

RI Ditargetkan Jadi Negara Maju, Investasi hingga Riset Perlu Didorong

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi riset medis. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi riset medis. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun tersebut diprediksi menempati urutan keempat dunia berdasar nilai tukar pasar, dengan per kapita sebesar USD 28,934 di bawah China, Amerika Serikat, dan India.

Meski begitu, untuk menjadi negara maju di 2045, tidak hanya mengandalkan PDB. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, untuk mencapai Indonesia emas 2045, tidak hanya hitung-hitungan pertumbuhan ekonomi dan PDB, tapi banyak faktor yang harus dibangun Indonesia.

Untuk mencapainya, investasi harus tumbuh 7,3 persen dengan kontribusi PDB sebesar 39 persen. Manufaktur tumbuh 7,8 persen dengan kontribusi terhadap PDB 32 persen, dan ekspor tumbuh 7,9 persen dengan kontribusi 54 persen. Sementara untuk keluar dari jebakan kelas menengah, Indonesia harus melakukan investasi pada sejumlah bidang, seperti riset hingga inovasi.

"There are so many necessary condition yang harus kita bangun (untuk ke 2045). Reformasi harus tetap dijalankan. Reformasi ke mana? Reformasi yang membuat pemerintahan menjadi bersih, efisien, akuntabel, dan melayani,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Jumat (20/5).

Director of Research & Business Development Dexa Group Raymond Tjandrawinata mengatakan, Indonesia akan menjadi negara maju sebagai kekuatan ekonomi di dunia. Menurutnya, dengan kualitas manusia yang unggul menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pembangunan perlu memadukan unsur inovasi dan investasi.

“Dalam arahan tersebut, pengembangan inovasi dapat berbasis sumber daya alam yang disandingkan dengan teknologi digital agar tidak tertinggal dalam Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini, kami dari industri mencontohkan kontribusi para peneliti di industri farmasi adalah pengembangan Green Pharmacy atau Obat Modern Asli Indonesia,” jelas Raymond.

Adapun peringkat Indeks Inovasi Global Indonesia di tahun 2021 berada di peringkat ke-87 dari 132 negara, turun dua tingkat dari tahun sebelumnya. Untuk kembali meningkatkan riset dan inovasi, kata Raymond, implementasi Green Pharmacy yang merupakan hasil inovasi dari perusahaan farmasi nasional dapat menjadi solusi atas ketergantungan impor bahan baku obat-obatan, sekaligus memadukan teknologi tinggi dalam proses riset hingga produksi.

Corporate Affairs Director Dexa Group, Krestijanto Pandji, mengungkapkan bahwa pihak swasta memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem riset dan inovasi. Hal ini untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan tidak tergantung impor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Kemenkeu RI

Karena itu, perusahaan menggelar Dexa Award Science Scholarship atau DASS sebagai gerakan inisiatif Dexa Group untuk melahirkan saintis dengan terobosan-terobosan ilmiah baru.

"Pada esensinya, program ini diarahkan untuk mencetak kader-kader saintis Indonesia di masa depan yang mampu menggerakkan dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, serta menghasilkan produk dalam bidang farmasi dan kesehatan," jelasnya.

Dengan tema Inovasi untuk Bangsa, DASS 2022 memberikan kesempatan bagi calon peserta untuk mengajukan proposal riset terkait kesehatan manusia yang terbagi dalam berbagai rumpun, seperti obat sintetik dan biologis, obat berasal dari bahan alam/herbal, formulasi dan sistem penghantaran obat, analisis obat dan ketidakmurnian/pengotor, hingga diagnostik.

Dia melanjutkan, Dexa Award Science Scholarship merupakan ajang beasiswa bergengsi di bidang penelitian kesehatan yang berlangsung sejak 2018 dan berperan meningkatkan ekosistem penelitian sekaligus inovasi di Indonesia.

“Dexa sangat optimis di tahun 2022 ini antusiasme dari peminat DASS akan semakin tinggi. Di tahun 2021 sebanyak 1.197 saintis muda telah mendaftar untuk mendapatkan beasiswa DASS 2021," kata dia.