RI Kerja Sama Vokasi dengan Swiss, Menperin Harap Penuhi Kebutuhan SDM Industri

27 Februari 2025 17:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Kemenperin
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Kemenperin
ADVERTISEMENT
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan kerja sama dengan Swiss terkait dengan vokasi. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kemenperin mengembangkan program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan SDM industri yang siap kerja, salah satunya melalui kolaborasi dengan pemerintah Swiss, yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan pendidikan vokasi dual system.
ADVERTISEMENT
“Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi dipersiapkan dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan industri seiring dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memastikan kesesuaian (link and match) dengan dunia usaha industri, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga pengembangan industri di masa depan,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2).
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, mengatakan kerja sama dengan Swiss pada fase kedua dimulai pada 2024-2027.
“Program kerja sama Kemenperin dengan Swiss ini terdiri dari dua fase, dengan fase pertama telah selesai pada tahun 2022 yang diperpanjang hingga tahun 2024 karena adanya pandemi COVID-19, dan pada fase kedua ini dimulai tahun 2024 hingga 2027,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dia berharap, kerja sama pada fase kedua ini dapat ditingkatkan dan diperluas ke seluruh unit pendidikan Kemenperin lainnya. “Sehingga dapat diadaptasi secara luas dalam pengembangan pendidikan secara nasional,” tambahnya.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, menyampaikan, fase kedua kerja sama antara Indonesia dan Swiss fokus untuk mengatasi tantangan yang ada saat ini, terutama upaya untuk lebih meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia dan memperkuat daya saing sektor swasta.
“Kami ingin menunjukkan bagaimana pengembangan keterampilan, melalui penerapan pendekatan ganda, secara langsung dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja dan bisnis, terutama sektor IKM. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan siap kerja dan perusahaan memiliki akses terhadap tenaga kerja terampil yang mereka butuhkan, terutama di sektor industri dan pariwisata,” jelas Zehnder.
ADVERTISEMENT
Adapun hasil dari pelaksanaan kerja sama ini, antara lain telah melakukan pengembangan sekolah dan penguatan sistem di empat unit pendidikan milik Kemenperin, yaitu Politeknik Industri Logam Morowali, Politeknik Industri Kayu dan Pengolahan Kayu Kendal, Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, dan Politeknik Industri Petrokimia Banten.
Ilustrasi Pabrik Manufaktur. Foto: AuthenticVision/Shutterstock
Saat ini, Kemenperin memiliki 13 Pendidikan Tinggi Vokasi (11 Politeknik dan dua Akademi Komunitas), 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 7 Balai Diklat Industri (BDI), yang seluruhnya berperan aktif dalam penyediaan dan pengembangan SDM industri yang kompeten dan berkualitas.
“Satuan pendidikan vokasi Kemenperin juga telah menyelenggarakan pendidikan vokasi secara dual system, dan telah terbukti menjadi sekolah dan kampus vokasi yang menarik minat masyarakat serta unggul dalam menghasilkan SDM industri yang siap kerja,” imbuh Masrokhan.
ADVERTISEMENT
Menurut data Kemenperin, rata-rata animo siswa dan mahasiswa yang masuk pada unit pendidikan Kemenperin pada tahun 2024 melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) adalah 1:12,2. Sedangkan tingkat keterserapan lulusan di unit pendidikan Kemenperin, selama 2-4 bulan setelah mereka diwisuda, adalah 86,82 persen untuk pendidikan tinggi dan 96,38 persen untuk SMK.
“Keterserapan ini terus ditingkatkan hingga 100 persen setelah enam bulan mereka lulus. Hal ini tentu membawa optimisme kita untuk mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045. Kami memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjalin kerja sama dengan kami, semoga bisa dilanjutkan terus ke depannya,” papar Masrokhan.