RI Lagi 'Survival Mode', Purbaya Pantau Ketat Program di Bawah Kemenkeu
·waktu baca 2 menit

Pemerintah menegaskan Indonesia kini berada dalam fase “survival mode”, sehingga setiap kebijakan dan program harus dijalankan tanpa celah kesalahan maupun inefisiensi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kondisi ini menuntut keseriusan penuh dari pemerintah dalam mengelola berbagai kebijakan. Tidak ada lagi ruang untuk mencoba-coba atau bersikap longgar dalam pelaksanaan program.
“Artinya kita enggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kita nggak ada ruang atau nggak ada luxury untuk bermain-main lagi dengan segala peluang yang kita bisa buat. Kalau pajaknya main-main, hancur kita,” kata Purbaya dalam Media Briefing di BPPK Purnawarman Kampus, Jakarta Selatan, dikutip Minggu (26/4).
Sejalan dengan itu, Purbaya memastikan seluruh program di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan diawasi lebih ketat. Ia menekankan pentingnya menjaga daya saing agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.
“Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain. Jadi kita survival mode. Saya akan menggunakan segala cara yang ada di saya, kekuatan di saya untuk memastikan semua program-program yang dikendalikan, dimonitor dengan baik,” tutur Purbaya.
Ia juga menyinggung kebijakan percepatan pembangunan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut akan diawasi melalui satuan tugas khusus untuk memastikan berbagai hambatan bisa segera diidentifikasi dan diselesaikan.
“Kita nggak boleh lagi membiarkan ruang-ruang inefficiency terjadi di program lain kita apalagi kalau disengaja. Jadi nanti bea cukai, saya akan meng-apply kan lagi. Pajak akan meng-apply kan lagi,” lanjutnya.
Meski kinerja sektor pajak dan bea cukai disebut menunjukkan perbaikan, Purbaya menilai masih ada potensi kebocoran yang perlu dibenahi. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sistem secara menyeluruh. “Jadi itu yang disebut survival mode,” tegas Purbaya.
