Kumparan Logo

RI-Pakistan Kerja Sama Sektor Kesehatan, Proyeksi Transaksi Capai Rp 11 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatanganan MoU sektor kesehatan antara Indonesia dengan Pakistan.  Foto: DOK. KJRI Karachi
zoom-in-whitePerbesar
Penandatanganan MoU sektor kesehatan antara Indonesia dengan Pakistan. Foto: DOK. KJRI Karachi

Indonesia dan Pakistan memperkuat kerja sama sektor kesehatan melalui penandatanganan tiga Memorandum of Understanding (MoU) yang memiliki total indicative value atau nilai indikatif proyeksi transaksi perdagangan mencapai USD 625 juta atau sekitar Rp 11 T (mengacu pada kurs Rp 17.611 per 1 USD).

Tiga MoU ditandatangani dalam acara Business Dinner in Honor of the Delegates of Indonesia Medica di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi, Sabtu (12/9), setelah rangkaian Indonesia Medica dalam Health Asia Expo & Conference 2026.

Ketiga MoU melibatkan Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) dengan Healthcare Devices Association of Pakistan (HDAP), PT Borden Eagle Indonesia dengan Muller & Phipps Pakistan (Pvt.) Ltd., serta PT Tele Sehat Indonesia dengan Educast Global Pakistan (Pvt.) Ltd.

Secara keseluruhan, ketiga MoU membawa total indicative value sebesar USD 625 juta dalam proyeksi transaksi perdagangan.

Konsul Jenderal RI di Karachi, Mudzakir, mengatakan penandatanganan ketiga MoU tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menunjukkan penguatan hubungan antarlembaga industri dan perusahaan Indonesia-Pakistan.

Penandatanganan MoU sektor kesehatan antara Indonesia dengan Pakistan. Foto: DOK. KJRI Karachi

“Tiga MoU ini penting bukan semata karena dokumen ditandatangani, tetapi karena menunjukkan tiga hal yang ingin terus kita dorong hubungan yang semakin kuat antarlembaga industri, kemitraan langsung antarperusahaan, serta kemauan untuk kerja sama yang praktis,” ujar Mudzakir.

Salah satu kerja sama dilakukan HIPELKI dan HDAP yang membentuk kerangka kerja sama kelembagaan. Kerja sama bakal ditindaklanjuti lewat Plan of Action, mencakup business matching dan reciprocal market access, pertukaran informasi industri dan regulasi, capacity building, penelitian dan pengembangan (R&D), transfer teknologi, machinery dan manufacturing cooperation, hingga digital health.

HIPELKI mewakili sekitar 250 pelaku ekosistem alat kesehatan Indonesia, sementara HDAP merepresentasikan sekitar 300 importir dan produsen alat kesehatan Pakistan.

Sementara dua MoU lainnya memperluas kerja sama ke tingkat business-to-business (B2B), yakni antara PT Borden Eagle Indonesia dan Muller & Phipps Pakistan, serta PT Tele Sehat Indonesia dan Educast Global Pakistan.

KJRI Karachi menyatakan bakal melanjutkan berbagai kontak dan kesepahaman yang terbentuk selama Health Asia 2026, termasuk melalui business matching dan tindak lanjut antarperusahaan.

Penandatanganan MoU sektor kesehatan antara Indonesia dengan Pakistan. Foto: DOK. KJRI Karachi

“Peran kami bukan hanya menyelenggarakan kegiatan atau memperkenalkan pihak-pihak yang potensial, tetapi menciptakan koneksi yang tepat, membantu membuka pintu, membangun kepercayaan, dan mendukung pembicaraan hingga berkembang menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan,” jelas Mudzakir.

Sebelumnya, RI memperluas diplomasi ekonomi di Pakistan melalui ‘Indonesian Medica’. Paviliun Indonesia menjadi Country Partner pada Health Asia Expo & Conference 2026 yang berlangsung 10-12 September di Karachi Expo Centre.

Pembukaan Health Asia 2026 dilakukan oleh Menteri Kesehatan Federal Pakistan, Syed Mustafa Kamal. Dalam rangkaian pembukaan, Mustafa mengunjungi Indonesian Medica dan bersama Konsul Jenderal RI di Karachi, Mudzakir, meresmikan secara simbolis Paviliun Indonesia melalui pengguntingan pita.

Health Asia merupakan pameran dan konferensi bisnis industri kesehatan utama di Pakistan yang telah diselenggarakan sejak 2004. Edisi ke-23 di Karachi tahun ini diikuti sekitar 45 negara dan target lebih dari 30.000 pengunjung bisnis.