Kumparan Logo

RI Siap Ambil Peluang Ekonomi di Tengah Tantangan Global

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan melintas dengan latar belakang gedung bertingkat di Tol Dalam Kota, Semanggi, Jakarta, Senin (19/8/2024). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan melintas dengan latar belakang gedung bertingkat di Tol Dalam Kota, Semanggi, Jakarta, Senin (19/8/2024). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Hasil Pemilu Amerika Serikat dinilai akan berdampak terhadap ekonomi global, termasuk ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Staf Khusus Menko Perekonomian, Raden Pardede, mengatakan kemenangan Donald Trump akan mempercepat proses global rebalancing, sebuah dinamika ekonomi yang membawa tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia.

"Indonesia akan berupaya memanfaatkan GSP dari Amerika Serikat untuk pembebasan tarif. Dengan status country strategic partner dan kerja sama Indo-Pacific, kita berharap positioning Indonesia akan lebih baik," kata Raden dalam acara 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Selasa (3/11).

Dia optimistis dengan kondisi ekonomi domestik, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan stabil di angka 5 persen, inflasi terkendali, dan tingkat kemiskinan menurun.

Economist & Independent Commissioner PT Bank Central Asia, Tbk, Raden Pardede, dalam Sesi materi berjudul "Economy Outlook: Paving the way for Economic Creation" pada hari ke-2 IKF di Pacific Place Jakarta, Rabu (11/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Untuk mencapai target ambisius Presiden Prabowo, yakni pertumbuhan ekonomi 8 persen, efisiensi investasi dan penguatan industrialisasi menjadi prioritas.

Raden menekankan pentingnya kawasan ekonomi khusus (KEK) sebagai katalis pertumbuhan. "KEK Gresik untuk hilirisasi tembaga, Kendal untuk baterai kendaraan listrik, dan Sanur untuk health tourism adalah contoh upaya strategis," imbuhnya.

Di tengah dinamika geopolitik, Indonesia juga terus memperkuat kerja sama internasional melalui G20, ASEAN, dan OECD.

“Transformasi ekonomi bukan hanya soal angka, tetapi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

instagram embed