RI Siap Ambil Peluang Ekonomi di Tengah Tantangan Global
·waktu baca 1 menit

Hasil Pemilu Amerika Serikat dinilai akan berdampak terhadap ekonomi global, termasuk ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Staf Khusus Menko Perekonomian, Raden Pardede, mengatakan kemenangan Donald Trump akan mempercepat proses global rebalancing, sebuah dinamika ekonomi yang membawa tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia.
"Indonesia akan berupaya memanfaatkan GSP dari Amerika Serikat untuk pembebasan tarif. Dengan status country strategic partner dan kerja sama Indo-Pacific, kita berharap positioning Indonesia akan lebih baik," kata Raden dalam acara 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Selasa (3/11).
Dia optimistis dengan kondisi ekonomi domestik, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan stabil di angka 5 persen, inflasi terkendali, dan tingkat kemiskinan menurun.
Untuk mencapai target ambisius Presiden Prabowo, yakni pertumbuhan ekonomi 8 persen, efisiensi investasi dan penguatan industrialisasi menjadi prioritas.
Raden menekankan pentingnya kawasan ekonomi khusus (KEK) sebagai katalis pertumbuhan. "KEK Gresik untuk hilirisasi tembaga, Kendal untuk baterai kendaraan listrik, dan Sanur untuk health tourism adalah contoh upaya strategis," imbuhnya.
Di tengah dinamika geopolitik, Indonesia juga terus memperkuat kerja sama internasional melalui G20, ASEAN, dan OECD.
“Transformasi ekonomi bukan hanya soal angka, tetapi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
