Ribut-ribut Adian Napitupulu dan Erick Thohir soal Kursi Komisaris BUMN

Perseteruan antara aktivis 98 yang juga menjadi anggota Komisi VII DPR RI, Adian Napitupulu, dengan Menteri BUMN Erick Thohir terkait jatah kursi komisaris BUMN kian memanas. Adian membantah tudingan meminta jatah kursi tersebut.
Adian lalu menyoroti beragam polemik penunjukan komisaris perusahaan pelat merah hingga kinerja Erick Thohir sejak menjabat sebagai Menteri BUMN sampai saat ini.
Berikut ini fakta-fakta terkait ribut-ribut Adian Napitupulu soal komisaris BUMN:
Adian Anggap Semua Komisaris BUMN Itu Titipan
Dalam acara buka-bukaan di Youtube, Kamis (23/7), Adian mengatakan, semua jabatan komisaris atau pun direksi di BUMN merupakan titipan. Sebab, selama ini jabatan tersebut tidak dilelang atau dibuka secara umum.
"Enggak ada yang enggak titipan, semua titipan karena enggak ada jalur yang dibuka untuk semua orang bisa akses ke sana. Enggak ada lowongannya di media mana pun, yuk ramai-ramai lamar, enggak ada," kata Adian.
Bedanya, kata Adian, nama-nama yang diserahkan dirinya ke Jokowi untuk posisi jabatan komisaris BUMN merupakan permintaan dari Jokowi, bukan dari dirinya. Dia justru menyoroti nama-nama komisaris BUMN di luar dari partai politik, relawan, ataupun kementerian.
Adian Mengaku Dimintai Nama Calon Komisaris BUMN Oleh Jokowi
Adian Napitupulu mengaku dirinya bersama para relawan tak pernah meminta jabatan ke Presiden Jokowi. Sebaliknya, kata Adian, Jokowi yang meminta dirinya untuk menyerahkan nama-nama dari relawan, partai politik, atau aktivis 98 yang pantas menjadi komisaris di BUMN.
Adian menjelaskan, Jokowi meminta sejumlah nama untuk menjabat kursi komisaris BUMN, hal itu disampaikan dalam pertemuan pada 2018-2019 lalu. Ada tiga pertemuan Jokowi dengan para aktivis 98, Adian ikut hadir.
Pada pertemuan terakhir, yaitu 16 Juni 2019, Adian dan aktivis 98 lainnya mengungkapkan bahwa perjuangan Jokowi setelah menang Pilpres 2019 akan banyak tantangan. Mereka pun bertanya apa yang bisa dilakukan untuk Jokowi.
Menurut Adian, kala itu Jokowi meminta aktivis 98 membantu dirinya. Ada banyak posisi yang bisa diisi mulai dari menjadi menteri, duta besar, hingga menduduki kursi direksi atau komisaris BUMN.
Siap Dilaporkan Kalau Berbohong soal Catut Nama Jokowi
Adian Napitupulu mengaku siap diadukan jika ada pihak yang keberatan dengan pernyataannya mengenai komisaris BUMN, terutama soal mencatut nama Presiden Joko Widodo.
"Tentang konsekuensi orang anggap 'Mas Adian mencatut nama presiden', ya adukan saja, kan ada mekanismenya anggota DPR kalau dianggap bersalah dilaporkan ke Dewan Kehormatan (MKD), biar jelas saya berbohong atau tidak," kata dia.
Menurutnya, kalau sampai dirinya diadukan, justru dia bisa memperlihatkan semua percakapan mengenai permintaan Jokowi soal nama-nama komisaris BUMN. Kata dia, kalau perlu Jokowi dan menteri yang ada dalam percakapan tersebut juga ikut dipanggil.
Adian Tanya ke Erick Thohir Kelanjutan Kasus Harley Davidson
Adian sempat menyinggung beberapa isu yang berkaitan dengan Erick Thohir dan Kementerian BUMN. Salah satunya tentang kelanjutan skandal Harley Davidson yang melibatkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.
"Dulu ramai kasus Harley Davidson, mana lanjutannya? Mandek gitu aja," kata Adian.
Kasus ini ramai tahun lalu. Kalau itu, sang mantan dirut ketahuan menyelundupkan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton di Pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 Neo dalam penerbangan Prancis ke Jakarta.
Selain kasus Garuda Indonesia, Adian juga menyindir pernyataan Erick Thohir yang menyebut ada 53 kasus korupsi di BUMN. Menurut dia, seharusnya Erick mengatakan atau melaporkannya ke lembaga hukum terkait seperti KPK atau Kejaksaan Agung, bukan ke publik.
Adian Ungkap Pertemuannya dengan Kakak Erick Thohir
Adian Napitupulu mengaku telah bertemu dengan Garibaldi Thohir atau biasa dipanggil Boy Thohir. Boy yang juga pemilik perusahaan tambang batu bara Adaro merupakan kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir.
Menurut Adian, dalam pertemuan tersebut, Boy bertanya mengenai isu komisaris di BUMN. Isu yang sedang hangat antara Adian dan Erick Thohir. Adian juga membahas soal krisis yang terjadi di tengah pandemi virus corona.
"Dia tanya, saya jelaskan. Enggak cuma soal komisaris. Saya bilang begini: Bang Boy, setelah wabah, orang enggak bisa kerja, maka berikutnya akan terjadi krisis ekonomi. Setelah krisis: berasnya ada, duitnya enggak ada. Atau berasnya enggak ada, duitnya juga enggak ada. Jadi dari krisis ekonomi ke krisis pangan," kata Adian.
Adian pun membahas tentang 14 PTPN yang merupakan BUMN pangan. Menurut dia, lahan ke-14 perusahaan tersebut luas tapi tidak semua digunakan.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
