kumparan
29 Mei 2018 11:59

Rini Bawa 3 Perusahaan BUMN ke Filipina untuk Kembangkan Bisnisnya

Menteri BUMN Rini Soemarno di Zurich.
Menteri BUMN Rini Soemarno di Zurich. (Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan)
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong perusahaan-perusahaan pelat merah melebarkan sayapnya ke luar negeri. Baru-baru ini Menteri BUMN Rini Soemarno menghantarkan tiga perusahaan BUMN untuk mengembangkan bisnisnya di Filipina.
ADVERTISEMENT
Tiga perusahaan pelat merah tersebut antara lain adalah PT Industri Kereta Api (INKA) yang menandatangani kontrak jual beli dengan perusahaan Philippines National Railways (PNR) di Manila, Filipina.
Kontrak tersebut memuat tentang pembelian empat trainset Diesel Multiple Unit atau Kereta Rel Diesel (KRD) dengan nilai 21,4 juta dolar AS, serta pembelian tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang senilai 26,1 juta dolar AS.
“Ini menambah deretan prestasi panjang PT INKA sebagai produsen kereta yang handal, baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Kementerian BUMN akan terus mendukung PT INKA agar terus melebarkan sayap bisnisnya,” kata Rini dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/5).
Proses pengiriman kereta sendiri akan dilakukan secara bertahap pada 18 Januari 2020 dan 27 Mei 2020. Sebelumnya, pada 22 Januari 2018 kedua belah pihak juga sudah menandatangani kontrak jual beli dua trainset KRD senilai 9,7 juta dolar AS.
ADVERTISEMENT
Proyek kerja sama ini merupakan inisiasi pemerintah Filipina untuk menyediakan sarana transportasi publik yang dapat diandalkan, mempersingkat jarak tempuh, dan lebih nyaman bagi masyarakat.
Ini merupakan kontrak pembelian yang pertama setelah 40 tahun lamanya PNR tidak berkontrak pengadaan kereta. Nantinya, KRD produksi INKA tersebut akan dioperasikan di jalur penghubung Tutuban Station dan Alabang Station, Metro Manila.
Selain INKA, Rini juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan Citra Manila Consortium yang terdiri dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, PT Citra Persada Infrastruktur, dan CLGP Philipine Holding Inc terkait proyek pembangunan jalan tol elevated sepanjang 18 Kilometer yang menyambungkan Metro Manila dengan wilayah Taguig.
Pembangunan jalan tol ini rencananya akan dibangun selama tiga tahun (Januari 2019-December 2022) dan didanai langsung oleh Pemerintah Filipina. Nilai proyek jalan tol tersebut mencapai 1,25 Miliar dolar AS.
ADVERTISEMENT
Dalam pengerjaan proyek tersebut, WIKA dan perusahaan lokal Filipina VT Lao Construction dipercaya untuk melakukan rekonstruksi Clarin Bridge dengan nilai kontrak 445,8 juta Peso Filipina.
Jembatan sepanjang 104 meter ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2019 dan diharapkan akan mempermudah akses menuju daerah pariwisata serta mempercepat arus mobilisasi barang dan jasa di Provinsi Bohol.
“Keberhasilan ekspansi PT INKA dan PT Wijaya Karya di Filipina sekarang ini merupakan salah satu bukti bahwa BUMN kita kuat, handal dan dipertimbangkan di luar negeri,” jelasnya.
Tak hanya itu, di Manila, Rini pun menghadiri pertemuan dengan Menteri Keuangan Filipina dan Kepala Bank Sentral Filipina guna membahas rencana pengembangan bisnis ritel PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan